Laporkan Masalah

DAMPAK PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP KEMAJUAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) Studi kasus pada Usaha Anyaman Bambu Pak Purwadi

INDAH AMALIA WIJAYA, Siti Muslihah, S.E., M.Sc., CFP

2019 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSI

Usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia telah menunjukkan kemampuan bertahan dari berbagai goncangan krisis. Telah mampu menciptakan lapangan kerja, menambah devisa negara, dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Dengan berbagai kemampuan mengembangkan usaha dan tekanan perkembangan zaman semakin maju mempengaruhi akan kebutuhan modal yang cukup besar. Akan tetapi ketersediaan modal oleh bank belum memenuhi dan kesulitan yang dihadapi oleh UMKM terkait persyaratan perolehan kredit. Beberapa tahun belakangan, berkembanglah sebuah inovasi di bidang jasa keuangan yaitu financial technology. Peer to peer lending merupakan salah satu bagian dari financial technology yang menawarkan berbagai kemudahan dalam mendapatkan pinjaman modal untuk mengembangkan usaha tanpa syarat yang sulit dipenuhi seperti bank. Saat ini sudah banyak umkm yang sudah mulai menggunakan pinjaman tersebut. Tentunya pinjaman tersebut akan mempengaruhi kondisi usaha dari umkm itu sendiri. Dampak dari pinjaman peer to peer lending itu berpengaruh langsung pada kinerja keuangan umkm. Untuk mengetahuinya diukurlah kinerja keuangan umkm menggunakan rasio-rasio keuangan. Kemudian dilakukan perbandingan berdasarkan hasil perhitungan rasio dari laporan keuangan baik sebelum dan sesudah menggunakan jasa peer to peer lending. Sehingga ditarik kesimpulan bahwa penggunaan pinjaman dari peer to peer lending cukup memperbaiki kondisi kinerja keuangan usaha Pak Purwadi. Dengan begitu secara garis besar menunjukkan bahwa penggunaan pinjaman sebagai tambahan modal dapat membantu mengembangkan umkm.

Micro, small and medium enterprises in Indonesia have shown their ability to survive from crisis shocks. MSMEs is able to create jobs, increase foreign exchange, and maintain economic growth. With the abilities to develop business and pressures by the era of development is increasingly affecting the need for substantial capital. However, the availability of capital by banks has not fulfilled and the difficulties faced by MSMEs related to credit acquisition requirements. Recently, there has been an innovation in financial services namely financial technology. Peer to peer lending is one part of financial technology that easy offers in obtaining capital loans to develop businesses and there is no conditions of loans that are difficult to fulfill such as banks. Currently, there are many MSMEs that have started using this loan. The loan will affect the business conditions of the MSMEs. The impact of use peer to peer lending has a direct effect on the financial performance of MSMEs. To find out, the financial performance of MSMEs was measured using financial ratios. After that, made a comparison based on the results of the ratios calculation of financial statements both before and after using peer to peer lending services. It can be concluded that the use of loans from peer to peer lending is good enough to improve the financial performance of Pak Purwadi business. Thus, it shows that using loans as capital enhancer can help the development of MSMEs.

Kata Kunci : UMKM, peer to peer lending, dan rasio keuangan

  1. D3-2019-385824-abstract.pdf  
  2. D3-2019-385824-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-385824-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-385824-title.pdf