Laporkan Masalah

Advokasi Petani Terhadap Kebijakan Pengendalian Tembakau (Studi Kasus di Desa Kalirejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung)

ANDIKA KUSUMA W, Dr. Bambang Hudayana, M.A.

2018 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Komoditas tembakau telah menjadi sektor ekonomi andalan bagi orang Indonesia, khsusunya di daerah Temanggung yang secara iklim dan topografi cocok untuk ditanami tembakau. Tembakau sudah menjadi lifeskill bagi para petani di Temanggung. Tembakau membuat kehidupan petani relatif sejahtera, mereka bisa mempunyai kehidupan yang lebih baik. Namun, sejak berlakunya beragam kebijakan pengendalian tembakau seperti Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012, harapan hidup lebih baik itu mengalami keterancaman. Akibatnya, menimbulkan reaksi negatif berupa resistensi. Studi ini meneliti tentang bentuk perlawanan petani tembakau di tingkat desa. Untuk memahami pertanyaan penelitian digunakan metode penelitian kualitatif di Desa Kalirejo yang terletak di Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perlawanan yang dilakukan petani di tingkat desa. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa perlawanan petani Kalirejo dilakukan secara individual dan kolektif. Perlawanan petani secara individu dilakukan apabila tidak ada dukungan dari agents, secara tesembunyi, menggunakan aksi kecil-kecilan seperti mengumpat. Sedangkan perlawanan kolektif dilakukan dengan dua cara, yaitu pengorganisasian masyarakat dan advokasi kebijakan. Perlawanan kolektif diikoordinasi oleh kepala desa sebagai agents perlawanan. Di sini sudah tampak ruang mobilisasi petani yaitu unsur dukungan dari agents meskipun masih sangat terbatas.

Tobacco commodities have become a mainstay economic sector for Indonesians, especially in Temanggung which is climate and topographic suitable for growing tobacco. Tobacco has become a lifeskill for farmers in Temanggung. Tobacco makes their lives relatively prosperous, they can have a better life. However, since the enactment of tobacco control policies such as Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012, better life expectancies experience threats. As a result, it causes a negative reaction in the form of resistance. This study examines the form of resistance of tobacco farmers at the village level. To understand the research question used qualitative research methods in Kalirejo Village located in Bulu District, Temanggung Regency. The purpose of this study was to determine the pattern of resistance carried out by farmers at the village level. The result show that Kalirejo farmers' resistance is carried out individually and collectively. Individual farmers' resistance is carried out if there is no support from agents, in secret, using small actions such as cursing. While collective resistance is carried out in two ways, namely community organizing and policy advocacy. Collective resistance is coordinated by village heads as agents of resistance. Here there has been a space for farmers' mobilization, which is an element of support from agents, although it is still very limited.

Kata Kunci : kebijakan pengendalian tembakau, advokasi petani, gerakan perlawanan,

  1. S1-2018-369628-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369628-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369628-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369628-title.pdf