Laporkan Masalah

ELECTRONIC NOSE TERKOPEL DENGAN SISTEM KEMOMETRIK UNTUK ANALISIS AROMA IKAN BERFORMALIN

RENGGANIS PUTRI PARMUDYA, Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si

2019 | Skripsi | S1 FISIKA

Pengawetan ikan menggunakan formalin sering ditemukan yang berbahaya apabila dikonsumsi manusia. Telah dilakukan penelitian tentang uji formalin terhadap ikan nila merah menggunakan electronic nose. Sampel yang digunakan adalah ikan nila merah non formalin (FN), ikan nila merah berformalin 3 persen (FR), dan ikan nila merah berformalin 37 persen (FT). Ikan dipotong fillet sebesar 2,5 gram yang disimpan selama 5 hari di dalam suhu kamar. Data keluaran e-nose dianalisis dengan Principle Component Analysis (PCA) dan Linear Discriminant Analysis (LDA). Pada penelitian ini menggunakan tiga ekstrasi ciri yaitu difference time set value (F1), maximum value (F2), dan time set value (F3), hasil analisis paling baik digunakan untuk analisis pergeseran aroma ikan selama penyimpanan 5 hari. Semua hasil analisis PCA sudah dapat memisah kelas dengan baik. Sedangkan LDA memisahkan kelas lebih baik dari PCA. Akurasi dari hasil analisis LDA menggunakan ekstrasi ciri F1, F2, dan F3 berturut-turut adalah 70,9 persen, 80,4 persen dan 82,2 persen. Hasil analisis LDA menggunakan ekstrasi F3 digunakan untuk menganalisis pergeseran aroma. Apabila penelitian ini dapat dikembangkan dengan baik maka pengontrolan kualitas ikan nila dapat menggunakan e nose dalam mengetahui kerusakan atau pembusukan ikan dari profil aroma ikan.

Preservation of fish using formalin is often found which dangerous if consumed by humans. Research has been conducted on testing red tilapia with formalin using electronic nose. The samples were non formalin red tilapia (FN), red tilapia with 3 percent formalin (FR), and red tilapia with 37 percent formalin (FT). Fish was cut by 2.5 grams of fillets which were stored for 5 days at room temperature. E-nose output data were analyzed by Principle Component Analysis (PCA) and Linear Discriminant Analysi (LDA). In this study used three feature extractions were named difference time set value (F1), maximum value (F2), and time set value (F3), the best results of the analysis were used to analyzing shifts of fish aroma during 5 days of storage. All PCA analysis results could separate the classes properly. Whereas LDA separated the classes better than PCA. The accuracy of the results of the LDA analysis used feature extraction F1, F2, and F3 were 70.9 percent, 80.4 percent and 82.2 percent respectively. The results of the LDA analysis used F3 extraction were used to analyzing the shift of aroma. If this research could be developed properly then controlling the fish quality can use e nose in knowing the spoiled fish or decay from fish aroma profiles.

Kata Kunci : electronic nose,feature extraction,linear discriminant analysis,ikan berformalin,pembusukan ikan

  1. S1-2014-362776-abstract.pdf  
  2. S1-2014-362776-bibliography.pdf  
  3. S1-2014-362776-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2014-362776-title.pdf