Laporkan Masalah

KERENTANAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT PETANI TERHADAP BAHAYA GEMPABUMI DI KECAMATAN PUNDONG, BANTUL

MICA ALPHABETTIKA, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, M.T., M.Sc

2018 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kerentanan sosial dan ekonomi di kawasan peri-urban Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Kawasan ini berada pada jalur sesar aktif Opak, dengan dominasi formasi batuan sedimen dan vulkan tersier dan disebelah utaranya tersusun dari endapan kuarter yang mengakibatkan sifat mudah menghantarkan getaran karena teksturnya yang bersifat lepas, terurai dan belum kompak. Terlepas dari perkembangan pemanfaatan lahan yang bersifat kekotaan, sektor pertanian masih berperan penting di kecamatan ini. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang diambil dengan metode wawancara terstruktur terhadap rumah tangga petani. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah mengkaji karakterisik rumah tangga petani di Kecamatan Pundong dengan metode Tabulasi Silang (Crosstabs). Metode ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel sosial dan ekonomi dengan tingkat kerentanan total. Hasil uji tabulasi silang menunjukkan jika variabel sosial dan ekonomi memiliki hubungan yang saling mempengaruhi dengan tingkat kerentanan dan hal ini menjadikan Kecamatan Pundong berpotensi mengalami kerusakan dan kerugian jika terjadi lagi bencana gempabumi. Tujuan kedua dari penelitian ini adalah menganalisis distribusi spasial kerentanan sosial dan ekonomi. Penilaian kerentanan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Spatial Multi Crieria Evaluation (SMCE) pada software ILWIS, untuk mengakomodir analisis pohon masalah, pembobotan yang dilakukan dengan metode pairwase comparison, dan menghasilkan tiga skenario kerentanan yaitu skenario sosial, skenario ekonomi, dan skenario equal. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ketiga skenario menghasilkan pengamatan yang konsisten, yaitu kerentanan sedang.

The research was conducted to determine the level social vulnerability and economic vulnerabilty of peri-urban area of Pundong Sub District, Bantul District. The area is adjacent located at active fault line Opak, with dominant formation of tertiary sediment and tertiary vulcanic materials, and quarterly sediment to the north which cause high velocity towards any seismic activity. Despite massive land use change occured to the area into urban form, agriculture sector still holds very significant role towards its region. The data collected is primary data taken by structured interview method on farmer households. The first objective of this study was to examine the characteristics of farmer households in Pundong Subdistrict with Crosstabs. This method aims to determine the relationship between social and economic variables with the level of total vulnerability. The results of the cross tabulation test show that the social and economic variables has a relationship that affects each other with the level of vulnerability and this makes Pundong District potentially suffer damage and losses if there is another earthquake disaster. The second objective of this study was to analyze the spatial distribution of social and economic vulnerabilities. The research employed Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) via Software ILWIS, to conduct problem tree analysis, pairwise comparison, and generate three scenarios for vulnerability such as economic, social and equal. The research revealed that three scenarios indicates robust result by presenting medium vulnerability indices for the research area.

Kata Kunci : kerentanan, pertanian, gempabumi, Crosstabs, Spatial Multi Criteria

  1. S1-2018-365293-abstract.pdf  
  2. S1-2018-365293-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-365293-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-365293-title.pdf