Laporkan Masalah

SKRIPSI GERAKAN SOSIAL TEMPAT IBADAH RAMAH DIFABEL (Studi Kasus : LSM Dria Manunggal)

FREVI NURRIYANI, Drs. Purwanto, S.U., M.Phil;Dr. Falikul Isbah, G.D.Soc,M.A;Mustaghfiroh Rahayu, M.A.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Salah satu bentuk gerakan sosial baru yang ada di Indonesia adalah gerakan tempat ibadah ramah difabel. Munculnya gerakan ini untuk mengatasi adanya diskriminasi dalam kalangan penyandang difabel, khususnya dalam hak beribadah. Penelitian ini mencoba untuk menguraikan tentang proses bagaimana gerakan sosial tempat ibadah ramah difabel yang dilakukan oleh LSM Dria Manunggal. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah LSM Dria Manunggal. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa :Gerakan sosial tempat ibadah ini mampu melahirkan kembali rasa peduli dari berbagai kalangan masyarakat terhadap hak aksesibilitas dan ruang publik bagi difabel.Wujud kepedulian tersebut ditunjukkan melalui dukungan kepada LSM Dria Manunggal untuk mendirikan aksesibilitas dan fasilitas untuk difabel di enam tempat ibadah, yaitu Masjid Baitul Makmur, Vihara Karangdjati, GKJ Wirobrajan, Gereja Kemetiran, Pura Jagatnatha, dan Pendopo Sumarah. Karakteristik gerakan ini relevan dengan teori gerakan sosial baru. Gerakan penyediaan aksesibilitas dan fasilitas di enam tempat ibadah tersebut berjalan dengan lancar. Tidak cukup sampai disini, Dria Manunggal harus melanjutkan perjalanan gerakan ini. Masih banyak tempat ibadah yang belum memiliki kesadaran pentingnya aksesibilitas untuk difabel.

One form of new social movements in Indonesia is the movement of disabilities-friendly places of worship. The emergence of this movement is to overcome discrimination in people with disabilities, especially in the right to worship. This research attempts to elaborate on the process of how the social movements of disabilities-friendly places of worship were carried out by LSM DriaManunggal. This type of research is descriptive qualitative. The unit of analysis in this study was LSM DriaManunggal. Data collection uses observation techniques, in-depth interviews, and literature studies. The results showed that: The social movement of the place of worship was able to regenerate a sense of care from various communities towards accessibility rights and public space for people with disabilities. This manifestation of concern was shown through support to LSM DriaManunggal to establish accessibility and facilities for people with disabilities in six places of worship, namely Masjid Baitul Makmur, Vihara Karangdjati, GKJ Wirobrajan, Gereja Kemetiran, Pura Jagatnatha, and Pendopo Sumarah. The characteristics of this movement are relevant to the theory of new social movements. The movement to provide accessibility and facilities in the six places of worship went smoothly. Not enough in here, DriaManunggal must continue the journey of this movement. There are still many places of worship that do not yet have an awareness of the importance of accessibility for people with disabilities.

Kata Kunci : Gerakan Sosial Baru, Difabel, Ruang Publik, Inklusif

  1. S1-2019-364724-abstract.pdf  
  2. S1-2019-364724-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-364724-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-364724-title.pdf