Laporkan Masalah

KEHIDUPAN PARA MIGRAN ULANG ALIK DI DESA PALBAPANG BANTUL TAHUN 1980-2017

IKO RAHMAT WAHYUDI, Drs. Machmoed Effendhie, M. Hum.

2019 | Skripsi | S1 SEJARAH

Para migran ulang alik adalah orang yang melakukan perjalanan cukup jauh dari tempat tinggal menuju tempat kerja, kemudian mereka kembali lagi pulang ke rumah setelah seharian bekerja. Keberadaannya semakin hari menggantikan pekerjaan petani di desa-desa. Setidaknya dalam empat dasawarsa terakhir dari segi jumlah mengalami kenaikan yang luar biasa. Ketika profesi sebagai petani kecil (gurem) sudah tidak lagi mampu untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, hal yang paling logis dilakukan adalah mencari pekerjaan diluar sektor pertanian (non-farm). Konsekuensi dari jalan hidup tersebut adalah mereka harus menempuh jarak jauh dari rumah, mengingat bahwa jenis pekerjaan non-farm lebih banyak tersedia di kawasan perkotaan dan sekitarnya. Desa Palbapang yang terletak dikawasan pedesaan nyatanya sebagian besar penduduknya tidak berprofesi petani sebagai mata pencaharian utama. Bahkan pada saat penelitian ini dilakukan hampir tidak ada dari generasi muda berpfrofesi sebagai ‘petani tulen’. Pergeseran pekerjaan ini agaknya mempengaruhi dan merubah sendi-sendi kehidupan di masyarakat. Dalam kurun waktu kurang dari empat puluh tahun (1980-2017) aktivitas para migran ulang alik ini telah mempengaruhi sendi kehidupan perubahan sosial-ekonomi di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kehidupan sehari-hari para migran ulang alik yang ada di desa Palbapang mulai dari aktivitas dalam bekerja, kebersamaan bersama keluarga dan masyarakat sekitar, dan sampai dengan mendeskripsikan tentang perubahan sosial ekonomi yang dirasakan.

Commuter migrants are people who travel far enough from their homes to their work place, then return back to home after a day of work. Their existence are increasingly replacing the work of the farmers in the villages. At least in the last four decades, in terms of numbers, there has been a tremendous increase. When the profession as a peasant is no sufficient to fulfill their daily life, the most logical thing to do is to find a job outside the agricultural sector. The consequence of the way of life, they have to travel at long distances from their home, given that the types of non-farm jobs are more widely available in the urban and surrounding areas. The village of Palbapang is located in a rural area. In fact, most of it’s population is not farmers as the main profession. Even at the time this research was conducted, almost none of the young generation professed as 'real farmers'. This shift in work seems to influence and change the joints of life in society. In a period of less than forty years (1980-2017), the activities of the commuter migrants have influenced the socio-economic changes in the village. This study aims to explaint he daily lives of the commuter migrants in the village of Palbapang ranging from the activities in work,to get her ness with family and surrounding communities, and to describe the perceived socio-economic changes.

Kata Kunci : migran ulang alik, kehidupan sehari-hari, perubahan sosial-ekonomi / commuter migrants, daily life, socio-economic changes

  1. S1-2019-338284-abstract.pdf  
  2. S1-2019-338284-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-338284-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-338284-title.pdf