KLASIFIKASI KOPI DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS E-NOSE QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE
IQBAL WAHYU RAMADIANSYAH, Dr. Danang Lelono, S.Si., M.T.
2019 | Skripsi | S1 ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASIKopi merupakan bahan makanan yang memiliki aroma yang khas, aroma tersebut merupakan salah satu parameter untuk menentukan kualitas kopi, untuk itu diperlukan sebuah alat yang mampu membedakan aromanya. E-nose merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mendeteksi aroma. Sistem ini bekerja seperti fungsi indera penciuman manusia. Aroma yang ditangkap oleh sensor gas diubah menjadi sinyal dan dianalisis dengan pengenalan pola. Quartz Crystal Microbalance (QCM) merupakan sensor yang digunakan pada perangkat e-nose dengan cara mengubah aroma menjadi besaran listrik. Larik sensor QCM dilapisi dengan polimer digunakan untuk klasifikasi kopi arabika Bengkulu, arabika Sidikalang, arabika Papandayang, dan arabika Kerinci yang ditanam pada daerah yang berbeda. Penggunaan sampel dengan jenis yang sama namum berbeda varian tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrumen ini. Untuk mengklasifikasikan varian kopi digunakan Jaringan Syaraf Tiruan Radial Basis Function. Data yang digunakan sebanyak 120 yang akan diekstrak fitur-fiturnya menggunakan ekstraksi ciri integral, maksimal, dan diffrence. Fitur-fitur ini dilatih menggunakan JST Radial Basis Function agar dapat mengklasifikasikan varian kopi kedalam 4 kelas yaitu arabika Bengkulu, arabika Kerinci, arabika Papandayang, dan arabika Sidikalang. Hasil pengujian dari jaringan syaraf tiruan metode radial basis function dengan e-nose berbasis QCM berlapis polimer, e-nose tersebut dapat mengelompokan sampel dengan tingkat akurasi sebesar 90.8 persen untuk ekstraksi ciri integral, 90 persen untuk ekstraksi ciri maksimal, dan 94.1 persenuntuk ekstraksi ciri difference. Kata kunci: e-nose, kopi, jaringan syaraf tiruan, radial basis function, Quartz Crystal Microbalance
As we know different coffees from around the world, this type of beverage has distinctive and identical scents.therefor a device that can distinguish its aroma is needed. E-nose is an instrument used to detect the aroma of the coffee. This system is similar to humanolfactory system. The aroma captured by the gas sensor converts it into the transmitted signal then analyzed by pattern recognition . E-nose as shown by the use of polymer-coated Quartz Crystal Microbalance (QCM) as a censoring hardware to converts aroma into the transmitted signal. The QCM sensor array polymer-coated is used for classification coffee variant such as arabica Bengkulu, arabica Sidikalang, arabica Papandayang, and arabica Kerinci which is planted in different areas. The use of samples of the same type but different variants is to determine the ability of this instrument. To classify coffee used Artificial Neural Network Radial Basis Function. Used 120 samples to extracted the features using integral feature extraction, maximum feature extraction, and diffrence feature extraction.. The features is the energy, contrast, correlation, and homogeneity. This features are trained using the Radial Basis Function neural network in order to classify coffee into 4 class are arabica Bengkulu, arabica Kerinci, arabica Papandayang, and arabica Sidikalang. The test results from the radial based function method with polymer-coated QCM-based E-nose shows that e-nose able to classify samples with an accuracy rate of 90.8 percent for integral feature extraction, 90 percent for maximum feature extraction, and 94.1 percent for diffrence feature extraction. Keyword: e-nose, coffee, neural network, radial basis function, Quartz Crystal Microbalance
Kata Kunci : Kata kunci: e-nose, kopi, jaringan syaraf tiruan, radial basis function, Quartz Crystal Microbalanc