KAJIAN PERAN AMDAL DALAM SERTIFIKASI PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN LESTARI (STUDI KASUS DI PT. SATRIA PERKASA AGUNG DAN PT. SATRIA PERKASA AGUNG UNIT SERAPUNG PROPINSI RIAU)
Dony Arif Wibowo, Siti Nurul Rofiqo Irwan, Chafid Fandeli
2012 | Tesis | S2 KehutananKementerian Kehutanan telah mengeluarkan sejumlah kebijakan pengelolaan lingkungan yang bersifat wajib untuk kegiatan Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman Industri Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI), di antaranya adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dan Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari (S-PHL). AMDAL dilakukan pada tahap perencanaan, dan SPHL pada tahap operasional. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk melihat efektifitas AMDAL dalam memberikan dukungan terhadap PHL. Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) mengkaji kebijakan AMDAL kehutanan kegiatan IUPHHK-HTI dalam mendukung S-PHL, 2) mengetahui kualitas dokumen AMDAL unit manajemen (UM) yang bersertifikasi di PT. Satria Perkasa Agung (SPA) dan PT. Satria Perkasa Agung (SPA) Unit Serapung, 3) mengkaji pemenuhan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan terhadap kriteria dan indikator PHL di PT. SPA dan PT. SPA Unit Serapung, serta 4) mengetahui pelaksanaan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta efektifitasnya yang dilakukan UM bersertifikasi di PT. SPA dan PT. SPA Unit Serapung. Metode yang dipakai adalah analisis kuantitatif dan kualitatif berdasarkan variabel yang telah ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian yang dicapai dalam penelitian ini adalah : 1) kebijakan AMDAL IUPHHK-HTI masih perlu diperbaiki untuk mendukung pencapaian PHL, 2) kualitas dokumen AMDAL unit manajemen adalah cukup cenderung jelek yang disebabkan oleh pedoman penyusunan yang tidak tepat dan kurangnya keahlian penyusun dokumen AMDAL, 3) tingkat pemenuhan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan terhadap kriteria dan indikator PHL serta verifier-nya secara teoritis cukup tinggi, serta 4) tingkat pelaksanaan/realisasi kegiatan pengelolaan lingkungan unit manajemen adalah baik, namun untuk kegiatan pemantauannya adalah cukup karena unit manajemen tidak melakukan pemantauan parameter sosial sehingga tingkat efektivitasnya hanyalah cukup saja.
Ministry of Forestry has issued a number of environmental management mandatory policies for Utilization of Forest Timber Product in Plantation Forest (UFTP-PF) activities, among them are Environmental Impact Assessment (EIA) and Sustainable Forest Management Certification (SFM-C). EIA is carried out at the planning phase, and SPHL is carried out at the operational phase. Therefore, it is necessary to study the effectiveness of EIA to support PHL. The objectives of this study are : 1) to review EIA policies of IUPHHK HTI activities in supporting SFM-C, 2) to study the quality of certified management unit (MU)?s EIA document in PT. SPA and PT. SPA Unit Serapung, 3) to assess the compliance of environmental management and monitoring activities with the criteria and indicators for SFM in PT. SPA and PT. SPA Unit Serapung, and 4) to understand the environmental management and monitoring implementation of certified MU in PT. SPA and PT. SPA Unit Serapung. In this research, both qualitative and quantitative analysis were used, based on variables that have been determined. The results of the research were : 1) UFTP-PF?s EIA policies should be improved to support SFM goal achievement, 2) EIA document qualities of the MUs were moderate tend to bad as a result of improper guidelines and the lack of EIA consultant experties, 3) the fulfillment level of environmental management and monitoring activities to SFM criteria and indicators and its verifiers, was theoretically high, and 4) the environmental management activities implementation of MUs was good, but for its monitoring activities was moderate, because the MUs didn?t evaluate their social parameters, so that the effectiveness level was moderate too.
Kata Kunci : Hutan tanaman, kebijakan, AMDAL, dan S-PHL