Laporkan Masalah

SERANGAN HAMA PADA TANAMAN KAYUBAWANG (Dysoxylum mollissimum Blume.) DI PROPINSI BENGKULU DAN SUMATERA SELATAN

AGUS KURNIAWAN, Musyafa, Budiadi

2012 | Tesis | S2 Kehutanan

Kayubawang Dysoxylum mollissimum Blume. merupakan salah satu jenis tanaman yang penting dan ditanam luas di Bengkulu. Tanaman ini juga ditanam di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo di Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui jenis hama yang menyerang pada tanaman kayubawang, distribusi, intensitas serangan dan tingkat kerusakannya dan hubungan antara kandungan tanin dari tanaman dengan serangan hama. Pengamatan serangan hama pada tanaman ini dilaksanakan pada tanaman umur satu tahun di Sumatera Selatan dan tanaman umur 6-9 tahun di Bengkulu. Kandungan tanin diuji dari tanaman sehat dan individu tanaman yang terserang hama. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggerek batang Xystrocera globosa menyerang tanaman di Sumatera Selatan, sedangkan dua jenis ulat kantong yaitu Pteronema plagiopheps (Hamson.) dan Pagodiella sp. Dijumpai menyerang tanaman di Bengkulu. Serangan ulat kantong tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman, sedangkan penggerek batang X. globosa sangat merusak, menimbulkan lubang gerekan pada batang tanaman dan menimbulkan kematian pada beberapa tanaman. Intensitas serangan dan tingkat kerusakannya masih tergolong rendah (5,93% dan 3,52%). Serangan menurunkan pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman (6,77%; 16,19%). X. globosa juga diketahui merupakan hama penting pada tanaman Acacia mangium. Serangan X. globosa pada tanaman kayubawang diduga juga berasal dari tegaakan mangium yang berada di sekitar wilayah ini. Kandungan tannin pada tanaman kayubawang tidak terdapat hubungan dengan serangan penggerek batang.

Dysoxylum mollissimum Blume. is one of the most important tree species and widely planted in Bengkulu. The plant has also been planted in Kemampo Forest Research Station in South Sumatera. The research was done to know the species of pest attacking D. mollissimum, the distribution, attack intensity and severity, and the relationship between the tannin content of the plant and the pest attack. Observation on the pest attacking the plant was done in one year old stand in South Sumatera and 6-9 years old stand in Bengkulu. Tannin content was determined in healthy and attacked individual of the plant. The results showed that stem borer Xystrocera globosa attacked the plant in South Sumatera, while two species of bagworm Pteronema plagiopheps (Hamson.) and Pagodiella sp. were found in Bengkulu. The bagworms were not destructive to the plant. Stem borer X. Globosa was very destructive, made hole in the stem and killed some individual of the trees. The attack intensity and severity were low (5.93 % and 3.52%) The attack was decreasing tall and diameters plant growth (6,77%; 16,19%). X. globosa is also known as important pest of Acacia mangium. X. globosa attacking D. mollissimum may originated from mangium planted in this area. Tannin content of the plant has no relationship with the stem borer attack.

Kata Kunci : Dysoxylum mollissimum, penggerek batang (Xystrocera globosa), ulat kantong (Pteronemaplagiopheps), Pagodiella sp., tanin

  1. S2-2012-306796-_abstract.pdf  
  2. S2-2012-306796-_bibliography.pdf  
  3. S2-2012-306796-_table_of_content.pdf  
  4. S2-2012-306796-_title.pdf