Laporkan Masalah

PENGELOLAAN POPULASI KETAM KELAPA (Birgus latro) DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM PULAU MARSEGU, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT, PROVINSI MALUKU

ANDRE TUHUMURY, Satyawan Pudyatmoko, Djoko Marsono

2012 | Tesis | S2 ILMU KEHUTANAN/MKSDAL

Ketam kelapa (Birgus latro) merupakan salah satu sumber daya alam hayati yang bernilai ekonomis penting karena memiliki potensi sebagai komoditi ekspor. Ketam kelapa merupakan hewan yang berasal dari ekosistem pantai dan pada saat ini mengalami ancaman penurunan populasi sehingga ketam ini dilindungi oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dengan SK Menhut No 12/Kpts–II/Um/1987. Secara umum, suatu rencana konservasi yang baik bagi spesies terancam punah akan bertujuan untuk melestarikan sebanyak mungkin individu spesies yang bersangkutan dalam habitat yang berkualitas, dan agar habitat yang dikelola memperoleh akses perlindungan yang seluas mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran populasi dan karakteristik habitat ketam kelapa, mengetahui persepsi masyarakat sekitar kawasan mengenai pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ketam kelapa, menganalisis program pengelolaan populasi serta menyusun strategi dan rencana pengelolaan sumberdaya ketam kelapa di kawasan TWA Pulau Marsegu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taksiran estimasi populasi ketam kelapa di Pulau Marsegu sebesar 117 ekor, dengan batas kelas populasi pada rentang selang kepercayaan 95 % adalah 131 ekor pada batas kelas atas dan 105 ekor pada batas kelas bawah. Analisis hubungan antara variabel sebagai representasi uji pengaruh karakteristik habitat terhadap kehadiran ketam kelapa, menunjukan bahwa secara umum di lokasi penelitian, variabel independen yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kehadiran ketam kelapa adalah variabel penutupan tumbuhan bawah (X2), variabel kerapatan tingkat tiang (X4) dan variabel jumlah individu pohon kelapa (X6). Masyarakat pada umumnya menyatakan dukungannya yang tinggi terhadap upaya-upaya pengelolaan sumberdaya ketam kelapa di kawasan TWA Pulau Marsegu. Strategi prioritas yang diterapkan dalam pengelolaan populasi ketam kelapa adalah : 1). Meningkatkan peran dan kinerja kelembagaan formal yang telah ada, serta fungsi kawasan sebagai kawasan konservasi. 2). Meningkatkan dan memperluas kemitraan antara pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat. 3). Mengembangkan konservasi in-situ sebagai upaya utama penyelamatan ketam kelapa di habitatnya. 4). Diversifikasi pola usaha dan intensifikasi yang mendukung konservasi sumberdaya ketam kelapa di kawasan. 5). Meningkatkan implementasi dan menye

Coconut crab (Birgus latro) is a wild animal that has important economics value because of it?s potential as an export commodity. Coconut crab was inhabitated coastal ecosystems and currently under threat. These crabs protected by the SK Menhut No. 12/Kpts-II/Um/1987. In general, a good conservation plan for endangered species will aim to preserve optimal number and living in a good habitat quality. This study aimed to estimates the population size and habitat characteristics of the coconut crabs, to understand the public perception around the nature recreational park, analyze the population management program and to develop strategies and plans for management of coconut crabs in the TWA Marsegu Island, District of West Seram, Maluku Province. The results showed that coconut crab population size was 117 individual. 131 individual on the upper class limit and 105 individual in the lower class limit. Analysis of the relationship between habitat and population of crabs showed that ground cover plants (X2), pole density (X4), and the number of coconut trees (X6) have a significant impact. Society expressed strong support for high-resource management efforts coconut crab in the TWA Marsegu Island. Priority of strategies adopted in the management of populations of coconut crabs (Birgus latro) was : 1). Enhance the role and performance of formal institutions, 2). Enhance and expand partnerships between government, private sector, nongovernmental organizations and the public, 3). Develop in-situ conservation as a major conservation program, 4). Diversification and intensification of efforts to support conservation of coconut crab, 5). Improve the implementation and regulations to support the success of the coconut crab conservation.

Kata Kunci : Birgus latro, populasi, habitat, persepsi masyarakat, analisis SWOT.

  1. S2-2012-291757-_abstract.pdf  
  2. S2-2012-291757-_bibliography.pdf  
  3. S2-2012-291757-_table_of_content.pdf  
  4. S2-2012-291757-_title.pdf