Laporkan Masalah

Kebijakan Perlindungan Asuransi Pertanian Indonesia : Studi Kasus Implementasi Program Asuransi Pertanian di Kabupaten Klaten Tahun 2015-2017

I MADE KHRISNA NENDRA DEWANTARA, Dr. Rer,pol Mada Sukmajati, S.IP., M.P.P

2018 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Program asuransi pertanian adalah sebuah mekanisme manajemen risiko yang populer dan digunakan di banyak negara di dunia sebagai satu cara efektif untuk menanggulangi risiko di sektor pertanian. Program ini bertujuan untuk melindungi kepentingan petani dengan cara memastikan tersedianya modal awal bagi petani untuk mengulang usaha pertanian mereka setelah bencana kegagalan panen yang menimpa mereka. Pengadopsian program asuransi pertanian di Indonesia sejak tahun 2015 menjadi titik balik penting dalam usaha perlindungan sektor pertanian di Indonesia. Program ini diimplementasikan dengan idealisasi untuk melindungi petani Indonesia dari potensi kerugian finansial ketika terjadi bencana kegagalan panen terhadap usaha pertanian milik petani. Studi penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengungkap terkait bagaimana proses implementasi dari program asuransi pertanian ini di Indonesia, terutama dengan fokus studi kasus yang diambil dari implementasinya di Kabupaten Klaten. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus dengan Kabupaten Klaten yang dipilih sebagai lokus dari penelitian implementasi program asuransi pertanian. Teknik pengambilan data utama yang digunakan adalah wawancara dan didukung oleh hasil observasi serta studi pustaka. Dimana data-data yang didapatkan akan dipilah berdasarkan kategori, diinterpretasikan dan dianalisis sesuai dengan makna yang terungkap dari data-data tersebut hingga nantinya akan dapat diambil inti kesimpulan. Kabupaten Klaten sendiri adalah salah satu wilayah yang dikenal sebagai wilayah lumbung pangan nasional Indonesia. Sehingga menjadi menarik untuk dapat diteliti bagaimana proses implementasi program asuransi pertanian yang sedang berjalan di Kabupaten Klaten mengingat terdapat kepentingan besar untuk dapat melindungi salah satu wilayah lumbung pangan nasional ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan mendasarkan pada teori model implementasi milik Merilee S. Grindle. Dimana teori ini menekankan tentang adanya pengaruh besar dari Isi/Konten dari Kebijakan dan juga Konteks Lingkungan kebijakan terhadap tingkat kesulitan proses implementasi kebijakan yang sedang dilaksanakan. Temuan dari penelitian ini sendiri menyimpulkan bahwa dalam proses implementasi program asuransi pertanian yang sedang berjalan di Klaten memang terdapat pengaruh dari isi/konten kebijakan serta konteks lingkungan dimana kebijakan dilaksanakan yang mempengaruhi proses implementasi program asuransi pertanian di Klaten ini. Jauhnya letak pengambilan keputusan dalam konten kebijakan program ini mengakibatkan terlambatnya respon evaluasi pada program ini untuk dapat memenuhi ekspektasi dari petani klaten. Selain itu mendasarnya perubahan yang ingin diwujudkan oleh program ini juga menjadi batu sandungan karena dibutuhkan usaha sosialisasi yang sangat massif untuk bisa mengenalkan petani Klaten kepada mekanisme asuransi pertanian modern. Dari sisi konteks kebijakan, terdapat hambatan besar akibat rigidnya poin-poin persyaratan dari program ini yang akhirnya menimbulkan gelombang protes dari petani klaten yang tidak puas atas implementasi program ini di Klaten. Masalah ini diperparah oleh terbentuknya pola relasi kuasa yang asimetris antar implementor dan penerima kebijakan yang menyebabkan kesulitan petani Klaten untuk mengagreasikan kepentingan mereka kepada implementor program. Pengaruh negatif dari konten dan konteks kebijakan ini menjadi tantangan besar untuk dapat diatasi agar kemungkinan keberhasilan implementasi program asuransi pertanian di Kabupaten Klaten ini bisa tetap terjaga.

The crop insurance program is a popular risk management program in agriculture sector. The main goals of this program is to protect Indonesian rice farmer's interest by making sure that the farmer has enough capital to redo their farm after being hit by crop failures. Crop insurance adoption by Indonesian government since 2015 seen as a big turning point in Indonesia's farmer protection effort. This program implementation's idea is to protect Indonesian farmers from financial difficulties as a result of crop failures. This study aims to analyze the process of crop insurance implementation in Indonesia, specifically in Klaten District. The method used in this study is a qualitative research method with a case study approach with the Klaten district as the locus of the research. The data gathering techniques were interviewed, observation and documentation. The collected data were then sorted, categorized and interpreted and analyzed so that a conclusion could be drawn. Klaten district known as one of the biggest rice producer district in Indonesia. And because of this fact, it is interesting to see how the crop insurance program being implemented in Klaten district remembering that there is so much interest, national and regional interest to protect one of the biggest rice producer in Indonesia. This study uses the concept of policy implementation content and context by Merilee S. Grindle, which stated that there is a significant factor from content of policy and also the implementation context that could influence on how program being implemented. The result suggests that there is evidence indicate the content of policy and context implementation influence on how the crop insurance program being implemented in Klaten district. There is a number of variable from content of policy that have negative influence to the process of this program implementation. The distance of site for decision making in this program makes it so difficult to establish a proper response in evaluation to really accommodate Klaten farmer's expectation of the program. In addition to that, the expectation of change from this program is so fundamental that it needed a tremendous effort just to have this program socialize to petani Klaten. Likewise, the context of implementation also provides another problem in the implementation process. The strict requirements of this program inflict more problem, especially because it generates dissatisfaction to Klaten farmer . The list of problems going worse with the establishment of asymmetric power relation between implementor and intended beneficiaries, between Dinas Pertanian Klaten and petani Klaten, which cause difficulties experienced by petani Klaten to aggregate their own interest. The negative influence from content of the policy and context implementation of the crop insurance program became a huge obstacle to overcome in order to keep success possibility of the implementation of the crop insurance program in Klaten district.

Kata Kunci : Crop Insurance, Implementation, Content of Policy, Context Implementation.

  1. S1-2018-364495-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364495-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364495-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364495-title.pdf