PENGARUH AROMATERAPI FRANGIPANI TERHADAP TEKANAN DARAH, DENYUT NADI, DAN LAJU PERNAPASAN PASIEN ODONTEKTOMI GIGI MOLAR KETIGA DI RSGM PROF. SOEDOMO
KALYCA QURROTA A, drg. Poerwati Soetji Rahajoe, Sp.BM; drg. Pingky Krisna Arindra, Sp.BM
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGITindakan odontektomi terkadang menimbulkan kecemasan yang dapat ditandai dengan kenaikan tekanan darah, denyut nadi, dan laju pernapasan yang dapat mengganggu jalannya perawatan. Pemberianaromaterapi merupakansalah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan. Frangipani merupakan salah satu tumbuhan lokal yang kandungan minyak esensialnya memiliki potensi ansiolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi frangipani terhadap tekanan darah, denyut nadi dan laju pernapasan pada pasien odontektomi molar ketiga di ruang tunggu. Jenis penelitian adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian Control Time Series Design dengan melibatkan 17orang pasien klinik bedah mulut RSGM Prof. Soedomo yang akan melakukan odontektomi, terdiri dari 7 orang kelompok kontrol dan 10 orang kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan menunggu tindakan odontektomi di ruang tunggu beraromaterapi, sedangkan kelompok kontrol menunggu tanpa diberi apa-apa. Setiap subjek diukur 2 kali, sebelum dan sesudah memasuki ruang tunggu. Hasil uji T berpasangan/Wilcoxon pada kelompok kontrolmenunjukkan kecenderungan kenaikan pada TD sistol dan kecenderungan kenaikan pada TD diastol, denyut nadi, dan laju pernapasan namun perubahannya tidak bermakna(p>0.05). Uji berpasangan menunjukkan kecenderungan penurunan untuk seluruh variabelkelompok perlakuan namun perubahannya juga tidak bermakna (p>0.05). Hasil uji T Tak Berpasangan/Mann Whitney U menunjukkan meskipun terlihat perbedaan kecenderungan perubahan TD, denyut nadi, dan laju pernapasanantara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan,perbedaan yang terjadi tidak bermakna (p > 0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aromaterapi frangipani menunjukkan kecenderunga penurunan pada tekanan darah, denyut nadi, dan laju pernapasan pasien odontektomi selama di ruang tunggu, namun perubahannya tidak bermakna.
Odontectomy procedure often induce anxiety to the patient and manifest into several physiological effect such as increased blood pressure, pulse rate, and breathing rate. Aromatherapy inhalation is one of non-pharmacological approach to reduce anxiety. Frangipani, a local tropical plant, known to contain essential oil with potential anxiolytic effect that can be used as aromatherapy. This study aimed to investigate the effect of inhaledfrangipani aromatherapy on third molar odontectomy patient's blood pressure, pulse rate, and breating rate in dental waiting room. This was a quasi experimental study with control time series design. 17 odontectomy patient participated in this study, consist of 7 people in control group and 10 people in aromatherapy group. The aromatherapy group waited the odontectomy procedure in a chamber and given frangipani aromatherapy while the control group waited without given aromatherapy, all the patient waited for 15 minutes. The patient's blood pressure, pulse rate, and breating rate was measured twice, before and after entering the waiting chamber. Paired T-test/Wilcoxon test result showed that there are no significant effect of inhaled frangipani aromatherapy on patient's blood pressure, pulse rate, and breating rate in control group, nor in aromatheraphy group (p> 0.05). Independent T-test/Mann Whitney U Test also showed that there are no significant effect's differences between control and aromatherapy group (p > 0,05) The conclusion of this study were inhaled frangipani aromatherapy does not effect blood pressure, pulse rate, and breating rate of RSGM Prof.Soedomo's odontectomy patient while in dental waiting room.
Kata Kunci : aromaterapi, kecemasan, odontektomi/aromatherapy, anxiety, odontectomy