Makna Puisi Muwatinun bi la Watan dalam Antologi Puisi Li Ainai Ummi Bilqis Karya Abdullah al-Baradduni: Analisis Semiotik
ADHE APRILIYANTI, Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum.,
2018 | Skripsi | S1 SASTRA ARABMuwatinun bi la WatÂan adalah puisi yang ditulis oleh seorang penyair Yaman terkenal yang bernama Abdullah al-Baradduni. Di dalam puisi tersebut terdapat tanda-tanda yang harus dimaknai. Oleh karena itu, untuk menemukan makna puisi tersebut digunakan teori semiotik yang merupakan ilmu tentang tanda-tanda. Adapun metode yang digunakan adalah metode semiotik yang ditawarkan oleh Rifaterre. Dalam penelitian ini digunakan dua dari empat metode, yaitu menemukan ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil dari analisis puisi ini adalah negara Yaman dulu negara yang besar dan makmur, tetapi sekarang keadaan Yaman berubah total. kondisi penduduk Yaman, baik Yaman Utara maupun Yaman Selatan terlantar yang terjadi pada tahun 1970. Hal tersebut disebabkan tidak stabilnya sistem pemerintah yang berkuasa. Ketidakstabilan tersebut terjadi akibat keserakahan pemerintah Yaman dengan memberikan tanah Yaman yang berharga kepada Inggris untuk memperoleh keuntungan perlindungan atas tanah yang mereka kuasai. Pemerintah juga membatasi kebebasan penduduk Yaman dalam mendapatkan hak-haknya. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan pemerintah tersebut membuat penduduk menderita dan sedih. Meskipun demikian, penduduk Yaman selalu punya harapan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Hal itu dikarenakan nenek moyang mereka adalah bagian dari sejarah panjang peradaban Yaman yang besar.
Muwatinun bi la Watan is a poem written by a famous Yemeni poet named Abdullah al-Baradduni. In the poem, there are signs that must be interpreted. Therefore, to find the meaning of the poem semiotic theory was used which was the science of sign. The method used was the semiotic method offered by Rifaterre. In this study, two of the four methods were used, namely finding an unsustainable expression and semiotic reading consisting of heuristic and hermeneutic readings. The result of this analysis is the country of Yemen was a large and prosperous country, but now the situation in Yemen has changed completely. Condition of the yemeni population, both North Yemen and South Yemen were displaced in 1970. This is due to the unstable government system in power. This instability was due to the greed of the Yemeni government by giving valuable land of Yemeni to Great Britain to gain benefits for the protection of the land they controlled. The government also limited the freedom of Yemeni population to obtain their rights. The actions carried out by the government made people suffer and sad. Even so, the Yemeni population always have hopes to lead a better life. That is because their ancestors were part of a long history of great Yemeni civilization.
Kata Kunci : Puisi, Abdullah al-Baradduni, Semiotik, Yaman, Perampasan Tanah.