Apology Strategies in The Crown TV Series
PRADHANA AHMAD, Dr. Tofan Dwi Hardjanto, M.A.
2019 | Skripsi | S1 SASTRA INGGRISPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji realisasi tindak tutur permintaan maaf dalam serial televisi berjudul The Crown. Untuk memenuhi tujuan tersebut, pertama-tama studi ini berupaya untuk mengidentifikasi sekaligus mengklasifikasi strategi permintaan maaf yang diucapkan oleh para karakter di serial tersebut dengan menggunakan skema pengkodean yang diusulkan oleh Blum-Kulka dan Olshtain (1984). Dalam upaya yang kedua, studi ini mencoba untuk menentukan efek potensial dari variabel sosial terhadap realisasi dan tingkat ketulusan permintaan maaf. Data permintaan maaf dikumpulkan melalui observasi sekuensial serial The Crown, dimulai dari episode pertama di season satu hingga episode kedua puluh di season yang kedua. Proses pengkajian berhasil mengidentifikasi dan mengklasifikasi 45 data permintaan maaf. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa permintaan maaf langsung menjadi metode meminta maaf yang paling sering digunakan dengan 33 kejadian (73.4%). Mengenai efek potensial yang mungkin dimiliki oleh variabel sosial, hasil temuan menunjukkan bahwa tingkat kedekatan sosial dan kekuasaan relatif memiliki dampak yang signifikan dalam memengaruhi realisasi dan tingkat ketulusan permintaan maaf. Dilihat dari perspektif kekuasaan relatif, percakapan yang mengandung permintaan maaf lebih sering ditemui di dalam relasi asimetris di mana penutur permintaan maaf memiliki status sosial yang lebih rendah ketimbang pendengar dengan 20 kejadian (44.4%). Penutur yang berstatus lebih rendah juga memiliki tendensi untuk menuturkan permintaan maaf yang tulus terhadap pendengar yang lebih dominan. Sementara itu, apabila diperiksa dari sudut pandang familiaritas, permintaan maaf lebih sering dijumpai di dalam percakapan antara orang-orang dengan tingkat keakraban tinggi dengan 26 ungkapan (57.8%). Meskipun demikian, mayoritas permintaan maaf yang ditemukan lebih bersifat kasual dan memberi kesan informalitas.
The present research aims to investigate the realization of apology speech act in TV series entitled The Crown. In doing so, firstly, the study attempts to identify and classify apology strategies employed by the characters in the series using the coding scheme proposed by Blum-Kulka and Olshtain (1984). Secondly, the research aims to see whether social variables can potentially affect the realization and sincerity of apologies. The collection of the apology data is done through sequential observation of the series, starting from the first episode in the first season to the twentieth episode in the second season. The investigation has successfully identified and classified 45 apologies. The results also reveal that direct realizations become the primary means of apologizing in the series as proven by the discovery of 33 Illocutionary Force Indicating Device instances (73.4%). In terms of the potential effect of social variables, the findings show that social distance and relative power have considerable impact on apology realization and sincerity. From the perspective of relative power, apology exchanges are most common in asymmetrical relations where the speakers are subordinates to the hearers with 20 instances. Socially dominated speakers also have the tendency to offer sincere apologies to their more dominant hearers. Meanwhile, judging from the perspective of familiarity, apologies are more common in conversations between intimates with 26 instances (57.8%). However, most of these apologies are uttered in casual forms, which suggest a hint of informality in intimate relationships.
Kata Kunci : apology strategies, speech act, social variables, sincerity levels