Analisis Kesalahan Penggunaan Ending Penghubung Aseo dan Nikka oleh Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Gadjah Mada
NELI ROISAH, Who Young Hwang, M.A.
2019 | Skripsi | S1 BAHASA DAN KEBUDAYAAN KOREAEnding penghubung bahasa Indonesia dan bahasa Korea memiliki kesamaan makna dan fungsi namun penggunaanya berbeda. Perbedaan ini membuat pembelajar bahasa Korea orang Indonesia sering melakukan kesalahan. Berdasarkan hal itu penelitian ini membahas tentang jenis kesalahan dan penyebab kesalahan penggunaan ending penghubung -a/eoseo dan -nikka yang dilakukan oleh pembelajar bahasa Korea orang Indonesia. Responden penelitian ini adalah 21 mahasiswa/i Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Bahasa Korea UGM Angkatan 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jawaban dari soal kuesioner yang telah diisi oleh responden. Pengambilan data dilakukan dengan metode kuesioner. Kuesioner terdiri dari 30 soal mengenai fungsi ending penghubung -a/eoseo dan -nikka. Pengambilan data dilakukan ketika responden berada di semester 4. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis berdasarkan jenis kesalahan dan penyebab kesalahan. Berdasarkan hasil analisis, jenis kesalahan yang terjadi pada penggunaan ending penghubung -a/eoseo dan -nikka ada dua yaitu, kesalahan substitusi dan kesalahan bentuk. Penyebab kesalahan yang terjadi ada lima yaitu, karena kurangnya pengetahuan gramatika, karena generelisasi berlebihan (overgeneralization), karena faktor performansi, karena faktor perkembangan dan karena penghindaran kesalahan (error of avoidance). Secara keseluruhan responden lebih banyak melakukan kesalahan ketika menggunakan ending penghubung -nikka dibandingkan ketika menggunakan ending penghubung -a/eoseo.Tingginya frekuensi kesalahan penggunaan -nikka dikarenakan mayoritas responden mensubstitusi jawaban -nikka dengan -a/eoseo. Penggunaan -nikka yang tergolong lebih rumit membuat responden cenderung lebih sering menggunakan -a/eoseo yang dianggap lebih mudah.
The uses of connective ending -a/eoseo and -nikka and the use of conjunction in Indonesian language are different. The differences have caused Korean learners especially Indonesian to make mistakes. The purpose of this research is to classify and describe the types and causes of errors made by respondents when they use the connective ending -a/eoseo and -nikka. This research was carried out by distributing questionnaire to respondents. They were 21 students of batch 2016 studying Korean Language and Culture at Universitas Gadjah Mada. They were in their second year when the research was conducted. The questionnaire consists of 30 questions about the function of connecting ending -a/eoseo and -nikka. The data was analysed based on the types and the causes of error they made. The result of the analysis shows that, there are two types of errors found in the use of the connective ending -a/eoseo and -nikka, namely substitution errors and form errors. Based on the cause of error, five errors were found in the use of the connecting ending -a/eoseo and -nikka, namely errors due the lack of grammatical knowledge, overgeneralization, performance error, developmental error, and error of avoidance. The results indicate that the respondents made more mistakes when they use -nikka as compared to when they use -a/eoseo. The high frequency of errors that occur in the -nikka function is because the majority of the respondents choose to substitute the -nikka with -a/eoseo. The complicated use of -nikka makes them tend to use -a/eoseo more often which is considered easier.
Kata Kunci : kesalahan penggunaan, ending penghubung, pembelajar bahasa Korea, error usage, connective ending, indonesian korean learner