Laporkan Masalah

Pelayanan Sosial bagi Penyandang Tunagrahita

PIRNA DWI ARTANTI, Drs. Purwanto, S.U., M.Phil.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Desa Karangpatihan adalah desa yang memiliki lebih dari 50 jiwa yang mengidap keterbelakangan mental atau biasa disebut dengan istilah Tunagrahita. Hal ini mengakibatkan label Kampung Idiot tersemat pada daerah ini. Penyandang Tunagrahita di Desa Karangpatihan hanya mendiami satu dusun yaitu Dusun Tanggungrejo. Fenomena tersebut disebabkan oleh faktor kekurangan gizi karena musim paceklik pada sekitar tahun 1960 dan 1970an dan faktor keturunan dari keluarga. Penyandang tunagrahita merupakan salah satu komponen masyarakat yang memiliki hambatan dalam melepaskan diri dari kemiskinan dan ketergantungan karena keterbatasan yang mereka miliki. Untuk itu upaya pemerintah desa dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup penyandang dan untuk menciptakan kemandirian pada mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kulaitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Hasil dari penelitian adalah upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Karangpatihan dalam rangka peningkatan kemandirian dan taraf hidup adalah melalui Pelayanan Sosial. Temuan dilapangan ialah, bentuk pelayanan sosial melalui pemberdayaan dengan memberikan beberapa pelatihan yang berguna untuk mengasah ketrampilan dalam kegiatan usaha sehingga dapat mengahsilkan barang yang miliki nilai jual. Selain itu pelayanan kesehatan juga ditingkatkan melalui progam donasi seluruh warga desa agar dapat membantu biaya berobat bagi warga miskin, dan pelayanan kesehatan melalui Posyandu yang berguna untuk mendeteksi dan mencegah adanya kelahiran baru yang berpotensi memiliki kelainan.

Karangpatihan village is the village which has more than 50 million villagers who suffer mental retardation or commonly called Intellectual disability (Tuna Grahita). This case cause Karangpatihan village commonly called idiot village. Intellectual Disability sufferer in Karangpatihan village just live in one sub-village namely Tanggungrejo. That phenomenon is triggered of the lack of nutrition which happened because of the famine season around 1960 and 1970 and descent factor from the family. The Intellectual Disability sufferer is the citizen part which has an obstacle to free their life from poverty and dependence life because of their disability. Indeed, the effort of the local government (village) to increase their life quality of the Intellectual Disability and create their independence life. This study used qualitative research methods by collecting data through interviews, literature studies and documentation. The results of the study were the efforts which is made by the Karangpatihan village government in order to increase independence and living standard through social services. The findings in the field were the social services through empowerment by providing some training whichwas useful for honing skills in business activities so that they can produce goods that have selling value. In addition, health services are also enhanced through a donation program for all villagers to help with medical expenses for the poor and health services through maternal and child health serviceswhichwere useful for detecting and preventing new births that have the potential to have mental disorder.

Kata Kunci : Keterbelekangan Mental, Tunagrahita, Pelayanan Sosial, Pemberdayaan, Kesehatan

  1. S1-2019-364786-abstract.pdf  
  2. S1-2019-364786-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-364786-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-364786-title.pdf