Laporkan Masalah

Formulasi Mikroemulsi Asam Lemak Makroalga Ulva lactuca serta Aplikasinya pada Minuman Teh Hijau

HANI MUFIDAH, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.;Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P.;Wahdan Fitriya, S.Pi., M.Sc.

2019 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi mikroemulsi asam lemak Ulva lactuca stabil yang diaplikasikan pada minuman teh hijau. Penelitian ini diawali dengan Tahap Preparasi dan dilanjutkan dengan 2 Tahap penelitian. Tahap Preparasi berupa pengambilan sampel, identifikasi alga dan ekstraksi asam lemak Ulva lactuca. Tahap 1 berupa pembuatan formulasi mikroemulsi o/w stabil dan Tahap II berupa pengujian stabilitas mikroemulsi o/w. Mikroemulsi asam lemak Ulva lactuca yang stabil setelah itu diaplikasikan pada minuman teh hijau. Formula surfaktan, penambahan air dan konsentrasi asam lemak Ulva lactuca diuji indeks turbiditas dan kenampakannya setelah inkubasi 24 jam dan pemanasan 105oC selama 5 jam. Pengujian stabilitas mikroemulsi asam lemak Ulva lactuca dilakukan dengan pengenceran 1:1, 1:9, 1:99 pada pH 4, 5 dan 6. Aplikasi mikroemulsi asam lemak Ulva lactuca pada minuman teh hijau dilakukan pada pengenceran 1:1, 1:9 dan 1:99 dengan parameter uji indeks turbiditas dan kenampakan setelah inkubasi 24 jam, sentrifugasi 3.000 rpm selama 25 menit dan pemanasan 105oC selama 5 jam. Komposisi asam lemak diuji menggunakan metode GC (gas chromatography). Mikroemulsi dengan campuran surfaktan Tween 80: Span 80: Tween 20 perbandingan 92: 5,5: 2,5 stabil pada penambahan air 46% dan konsentrasi asam lemak Ulva lactuca 300 ppm. Formulasi mikroemulsi stabil pada semua perlakuan pengenceran dan pH. Perlakuan mikroemulsi teh hijau 1:1, 1:9 dan 1:99 memiliki kandungan asam lemak tak jenuh ganda yaitu asam linoleat (C18:2 omega-6), asam linolenat (C18:3), asam dokosdienoat (C22:2), asam eikosapentaenoat (C20:5) dan asam dokosaheksaenoat (C22:6). Rasio asam lemak tak jenuh ganda banding asam lemak jenuh pada perlakuan mikroemulsi teh hijau 1:1, 1:9 dan 1:99 berturut-turut sebesar 0,10 kuranglebih 0,08; 0,02 kuranglebih 0,03 dan 0,05 kuranglebih 0,01%.

The objective of this research is to determine stable formulation of Ulva lactuca fatty acid microemulsion applied on green tea. This research begins with the preparation stage and continued with 2 stages of research. The preparation stage was sampling, identification and extraction of Ulva lactuca fatty acid. The first stage of the research was making a stable oil in water (o/w) microemulsion formulation and second stage was stability testing. The stable Ulva lactuca fatty acid microemulsions then applied on green tea. Formulation of surfactant, water and Ulva lactuca fatty acid concentration were tested with turbidity index and visibility after 24 hours incubation and heating process at 105oC in 5 hours. The stability of Ulva lactuca fatty acid microemulsions was tested at 1:1, 1:9, 1:99 dilutions with pH 4, 5 and 6. Application of Ulva lactuca fatty acid microemulsions on green tea was tested at 1:1, 1:9 and 1:99 dilution with turbidity index and visibility after 24 hours incubation, 3.000 rpm centrifugation at 25 minutes and heating at 105oC in 5 hours. Fatty acid composition was tested using the GC (gas chromatography) method. Microemulsion with a mixture of surfactants Tween 80: Span 80: Tween 20 with ratio 92: 5,5: 2,5 was stable at 46% addition of water and Ulva lactuca fatty acid with a concentration of 300 ppm. Microemulsion formulation was stable in all dilution and pH treatments. The treatment of microemulsion:greentea (1:1, 1:9 and 1:99) had polyunsaturated fatty acids linoleic acid (C18:2 omega-6), linolenic acid (C18:3), docosdienoic acid (C22:2), eicosapentaenoic acid (C20:5) and docosahaxaenoic acid (C22:6). The polyunsaturated fatty acid ratio compared to saturated fatty acids in green tea microemulsion treatments 1:1, 1:9 and 1:99 were 0,10 plusminus 0,08; 0,02 plusminus 0,03 and 0,05 plusminus 0,01%, respectively.

Kata Kunci : asam lemak, formula mikroemulsi, stabilitas mikroemulsi, teh hijau, Ulva lactuca

  1. S1-2019-365148-abstract.pdf  
  2. S1-2019-365148-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-365148-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-365148-title.pdf