Pengetahuan dan Sikap Terhadap Inisiasi Menyusui Dini Pada Mahasiswa dan Mahasiswi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
NABILLA EKA SAFITRI, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes.; Dr. Fatma Zuhrotun Nisa', STP., MP.; Perdana Samekto TS, S.Gz., M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANINTISARI Latar Belakang : Angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Indonesia membuat pemerintah melakukan berbagai cara untuk menurunkan angka ini. Salah satunya adalah melalui program inisiasi menyusui dini. Inisiasi menyusui dini adalah proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri dapat menyusu segera dalam satu jam pertama setelah lahir. Inisiasi menyusui dini dapat menurunkan kematian bayi pada 28 hari pertama kehidupan sebesar 22% dan dapat berpengaruh terhadap keberhasilan ASI Eksklusif. Keberhasilan pelaksanaan inisiasi menyusui dapat dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya adalah pengetahuan dan sikap para calon orang tua. Pengetahuan dan sikap yang baik pada para calon orang tua, dalam hal ini adalah mahasiswa dan mahasiswi, berdampak pada kemauan untuk melakukan inisiasi menyusui dini di kemudian hari. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa dan mahasiswi terhadap inisiasi menyusui dini serta hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap inisiasi menyusui dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode disproportional stratified sampling. Jumlah responden yang diperoleh sebanyak 93 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji one sample t-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap keseluruhan responden, uji independent sample t-test untuk melihat perbandingan antara mahasiswa dan mahasiswi dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap inisiasi menyusui dini dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil : Responden terdiri dari 46 mahasiswa dan 47 mahasiswi dengan mayoritas berusia antara 18 sampai 20 tahun. Rata-rata jumlah responden yang diambil dari masing-masing fakultas adalah 6 orang. Tingkat pengetahuan keseluruhan responden, yaitu sebanyak 50 responden (53,8%) dengan nilai rata-rata keseluruhan adalah 6,65±0.940 (p<0.05). Sedangkan untuk sikap sebanyak 79 responden (84,9%) dengan nilai rata-rata 42,56±2,819 (p<0.05). Mahasiswi memiliki rata-rata tingkat pengetahuan yang lebih baik (p=0.032) dan sikap yang lebih positif (p=0.008) dibandingkan mahasiswa. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap inisiasi menyusui dini (p=0.625). Kesimpulan: Secara keseluruhan responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap inisiasi menyusui dini. Mahasiswi memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang lebih positif dibandingkan dengan mahasiswa. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap inisiasi menyusui dini.
ABSTRACT Background : Maternal and infant mortality rates that are still high in Indonesia make the government do various ways to reduce this rate. One of them is through the early initiation of breastfeeding program. Early initiation of breastfeeding is the process of letting the baby with their own instincts to breastfeed immediately in the first hour after birth, by skin-to-skin contact of the infant and mother. Early initiation of breastfeeding can reduce infant mortality in the first 28 days of life by 22% and can affect the success of Exclusive Breastfeeding. The rate of the success of early initiation of breastfeeding can be increased by the knowledge and attitudes of the man and woman who will become parents in the future, in this case are undergraduated students. Objective : The purpose of this study are to know the knowledge and attitudes of early initiation of breastfeeding in undergraduated men and women. Method : This is an observational study with crossectionnal design. Samples were collected using disproportional stratified sampling with 93 respondents. One sample t-test was used to analyze the overall respondents’ knowledges and attitudes. Independent sample t-test was used to analyze the difference of knowledge and attitude between men and women. Pearson correlation was used to analyze the correlation between the knowledge and attitudes of early breastfeeding initiation. Result : There are 93 respondents from non helath related faculties, consist of 46 men and 47 woman, with average age of 18 to 20 years old. The level of overall knowledge that was categorized as good was 50 respondents (53,8%) with overall score mean 6,65±0.940 (p<0.05). The attitudes of the respondents who has positive or supportive attitude was 79 respondents (84,9%) with overall score mean 42,56±2,819 (p<0.05). The women has higher knowledge (p=0.032) and more positive attitude (p=0.08) than the men. There is no relation between knowledge and attitudes (p=0.625). Conclusion : Overall respondents has good knowledge and positive attitude towards early breastfeeding initiation. Women students have higher knowledge and more positive attitude than men students. There is no relation between knowledge and attitudes of early breastfeeding initiation.
Kata Kunci : inisiasi menyusui dini, pengetahuan, sikap, mahasiswa, mahasiswi