HUBUNGAN AKTIFITAS MANUSIA DAN IKLIM MIKRO DENGAN KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI SEPANJANG SUNGAI BEDOG, KABUPATEN SLEMAN
TEGAR ANDALAS, Sena Adi Subrata
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANI Interaksi antara manusia dan burung di sepanjang sungai Bedog telah terjadi sejak dahulu. Keberadaannya menarik untuk diteliti karena jumlah manusia yang semakin meningkat dan mengubah habitat burung untuk memenuhi kebutuhan manusia. Selain untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung, penelitian ini juga untuk mengetahui hubungan aktifitas manusia dan iklim mikro dengan keanekaragaman jenis burung pada lima dusun di sepanjang sungai Bedog. Pengukuran aktifitas manusia dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu tinggi, sedang, rendah. Pembagian tingkatan ini berdasarkan jumlah manusia disekitar lokasi penelitian dalam radius 100 m. Pengukuran keanekaragaman burung menggunakan Point Count kemudian dihitung menggunakan rumus estimasi densitas jenis burung dan Indeks Shannon. Pengukuran iklim mikro menggunakan Higrometer. Pengukuran vegetasi menggunakan metode kuadrat kemudian dicari INPnya. Kemudian untuk mengetahui hubungan keanekargaman jenis burung dengan aktifitas manusia dan iklim mikro menggunakan analisis korelasi Pearson. Terdapat 28 jenis burung dari 13 famili dan 23 jenis pohon dari 14 famili pada semua lokasi penelitian. Indeks Shannon pada lokasi penelitian adalah sebesar 2,32. Nilai estimasi kepadatan paling tinggi adalah burung Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides) dari famili Ploceidae dengan nilai kepadatan 5,63 individu/ ha. Indeks Shannon paling tinggi pada tingkat I (aktifitas manusia tinggi) adalah titik I dengan H’ sebesar 1,996 dan H’ paling kecil adalah titik VII sebesar 1,11. Pada lokasi tingkat II (aktifitas manusia sedang) H’ paling tinggi pada titik IX sebesar 1,79 dan H’ paling kecil pada titik XVI sebesar 1,34. Pada lokasi dengan tingkat III (aktifitas manusia rendah) H’ tertinggi pada titik IV sebesar 2,04 dan H’ paling kecil adalah titik XX sebesar 1,125. Nilai korelasi antara H’ dan aktifitas manusia yang dihasilkan pada tingkat I yaitu -0,073, pada tingkat II yaitu -0,654, dan pada tingkat III yaitu -0,492. Nilai korelasi antara H’ dan iklim mikro yaitu sebesar 0,159. Hasil korelasi Pearson antara tingkat aktifitas manusia dan iklim mikro tidak berhubungan secara signifikan dengan keanekaragaman jenis burung yang ada di lima dusun sepanjang sungai Bedog.
Interaction between human and birds along Bedog river had been lasted since the past time. The existence of the interaction is interested to be observed because the increasing of human natality and change of the bird habitat to fulfill the human needs. Beside to find the bird diversity, this observation is also to find the correlation between human activity and micro climate with the bird diversity in five villages along the Bedog river. Measurement the activity human are divided into three levels, they are high, moderate, and low. This division level is based on the number of human around the location observation within 100 m. The measurement of bird diversity is using Point Count then it is counted using density estimation formula and Shannon Index. Measurement of climate micro uses Hygrometer. Measurement of vegetation uses quadrate method and then it has to be found the INP. Furthermore, to find the correlation between bird diversity with the human activity and micro climate is using Pearson Correlation analysis. There are 28 bird species of 13 family and 23 tree species of 14 family at all of the observation location. Shannon Index in the observation location is 2.32. Highest Density estimation value is Bondol Jawa bird (Lonchura leucogastroides) of Ploceide family with the density value 5.63 birds/ha. Highest Shannon Index at the level I is point I with 1. 996 and the lowest is point VII with 1,11. At the level II, the highest H’ is 1.79 in point IX and the lowest is 1.34 in point XVI. At the level III, the highest H’ is 2.04 in point IV and the lowest H’ is 1.125 in point XX. The correlation value between H’ and human activity that is produced in the level I is -0.073, in the level II is -0.654 and in the level III is -0.492. The correlation value between H’ and micro climate is 0. 159. The result of Pearson Correlation between human level activity and micro climate are not related significantly with the bird diversity that is exist in five villages along Bedog river.
Kata Kunci : keanekaragaman, burung, tingkat