Laporkan Masalah

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG TEGAKAN CEMARA UDANG (Casuarina equisetifolia) DI PANTAI YOGYAKARTA ( Studi Kasus Di Patihan D.I.Yogyakarta)

NURUL FARICHAH, Dr. Ir. Lies Rahayu WF., M.P

2018 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Keberadaan Pantai Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia menyebabkan pantai ini memiliki hembusan angin yang kencang disertai garam. Permasalahan ini menyebabkan tanaman pertanian sulit untuk tumbuh subur di wilayah tersebut sehingga, pada tahun 2000 masyarakat melakukan gerakan penghijauan dengan menanam windbarrier berupa tegakan Casuarina equisetifolia. Sampai saat ini, adanya tegakan Cemara Udang/ Casuarina equisetifolia tidak hanya bermanfaat sebagai penahan angin tetapi juga sebagai Obyek Wisata Alam. Akan tetapi, kegiatan manusia yang merusak kawasan menjadi salah satu ancaman terhadap kelestarian tegakan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui Persepsi masyarakat terkait adanya keberadaan Tegakan Cemara Udang di Pantai Gua Cemara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode cluster dan mendapatkan 119 responden dengan batas toleransi kesalahan sebesar 10%. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disusun dengan skala likert dan pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara. Analisis persepsi menggunakan metode deskriptif kuantitatif dari skoring skala likert. Hasil persepsi terhadap lingkungan berada pada kategori Sedang, artinya masyarakat secara umum masih menganggap bahwa tegakan cemara udang masih sangat dibutuhkan. Persepsi terhadap Sosial-Ekonomi berada pada kategori Baik, artinya masyarakat menganggap bahwa tegakan cemara udang sangat bermanfaat bagi perkembangan sosial-ekonomi di dusun Patihan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap persepsi masyarakat adalah keikutsertaan dalam organisasi Kelompok Sadar Wisata dan Kelompok Tani.

The existence of Yogyakarta Beach which is directly adjacent to the Indian Ocean causes this beach to have strong winds and salt. This problem makes it difficult for agricultural crops to thrive in the area so that, in 2000 the community made a greening movement by planting windbarriers in the form of Casuarina equisetifolia stands. Until now, the existence of Cemara Udang / Casuarina equisetifolia stands is not only useful as a windbreak but also as a Nature Tourism Object. However, human activities that damage the area are a threat to the sustainability of stands. Therefore, it is important to know that public perception is related to the existence of the Cemara Udang Stand at Gua Cemara Beach. This study uses a quantitative approach with a survey method. The sampling technique was carried out using the cluster method and obtained 119 respondents with an error tolerance limit of 10%. The instrument used in this study is a questionnaire compiled with a Likert scale and data collection is done by interview method. Perception analysis uses quantitative descriptive method of likert scale scoring. The results of perceptions of the environment are in the Medium category, meaning that the general public still considers that the prawn stands are still very much needed. Perception of Socio-Economy is in the Good category, meaning that the community considers that the Cemara Udang stands are very beneficial for socio-economic development in the hamlet of Patihan. The most influential factor in people's perceptions was participation in tourism awareness groups (POKDARWIS) and farmer groups (Kelompok Tani).

Kata Kunci : Persepsi, Casuarina equisetifolia, Goa Cemara;Perception, Casuarina equisetifolia, Goa Cemara

  1. S1-2018-318456-abstract.pdf  
  2. S1-2018-318456-Bibliography.pdf  
  3. S1-2018-318456-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-318456-Title.pdf