Laporkan Masalah

Industri Gula dan Kehidupan Masyarakat di Kabupaten Jombang, 1890-1920

SITI MUSLIHATUL M, Dr. Nur Aini Setiyawati. M.Hum

2018 | Tesis | MAGISTER SEJARAH

Pasca industri gula berkembang dengan pesat di akhir abad ke-19, kehidupan masyarakat Jombang mulai dipengaruhi oleh kegiatan perkebunan swasta. Sejak tanam paksa tebu dihapuskan secara penuh tahun 1891, pengusaha gula di Jombang mulai meningkatkan aktivitas perkebunan yang melibatkan banyak tenaga kerja. Tenaga kerja yang sebagian besar diperoleh dari penduduk Jombang akhirnya mendapatkan dampak langsung dari perkembangan indsutri gula terhadap kehidupan keseharian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara kronologis perkembangan industri gula di Jombang yang berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Jombang. Penelitian ini secara keseluruhan menggunakan sumber tertulis mulai dari arsip pemerintah, buku terbitan resmi pemerintah, koran dan buku pendukung lainnya. Pada penelitian ini ditemukan fakta bahwa (1) Jombang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang menjadi lokasi dikembangkannya tanaman tebu masa kolonial. Lokasi yang dilalui aliran Sungai Brantas dan jalur kereta api juga memiliki kondisi tanah subur sangat menguntungkan pengusaha. Tersedianya tenaga kerja dan lahan yang luas memberikan kemudahan bagi pengusaha gula untuk memproduksi gula dalam jumlah yang besar sehingga mendatangkan keuntungan. (2) Akibat dari aktifitas perkebunan yang semakin meningkat, kehidupan masyarakat yang bekerja di industri gula juga ikut terpengaruhi oleh sistem kerja di perkebunan. Masyarakat khususnya petani dan buruh yang menjadi bagian dari tenaga kerja di perkebunan mengalami berbagai tekanan. Beberapa kasus penyelewengan di lingkungan industri gula seperti kekerasan terhadap buruh, pemotongan upah, pemutusan hubungan kerja, penyelewengan pembayaran sewa tanah kepada petani merupakan kasus permasalahan yang ada di kehidupan masyarakat Jombang. Berbagai upaya mulai dari pembakaran, penyerangan, protes, pemogokan, serta bergabung dengan aliansi organisasi sosial dilakukan masyarakat untuk menuntut keadilan, namun masyarakat tetap tidak mendapatkan perbaikan yang maksimal

After the sugar industry developed rapidly in the late 19th century, Jombang people's lives began to be influenced by private plantation activities. Since the cultivation system of sugar cane was completely abolished in 1891, sugar entrepreneurs in Jombang began to increase plantation activities that involved many labours. The workforce, mostly from Jombang residents, finally got a direct impact on the development of the sugar industry in their daily lives. This research purpose to explain chronologically the development of the sugar industry in Jombang which has a profound effect on the lives of Jombang community. This research used as a whole sources ranging from government archives, official government publications, newspapers and other supporting books. In this research found the fact that (1) Jombang is one of the regencies in East Java which became the location for the development of sugar cane during the colonial period. The location that passes through the Brantas River and the railroad lines also has fertile soil conditions that greatly benefit entrepreneurs. The availability of labor and extensive land makes it easy for sugar entrepreneurs to produce sugar in large quantities so as to bring profit. (2) As a result of increasing plantation activities, the lives of people work in the sugar industry are also affected by the work system on the plantations. Communities, especially farmers and labours who are part of the labour force on plantations, experience various pressures. Some cases of fraud in the sugar industry environment such as violence against workers, deduction of wages, termination of employment, misuse of payment of land rent to farmers is a case of problems that exist in Jombang community life. Various efforts starting from burning, attacking, protesting, striking, and joining a social organization alliance were carried out by the community to demand justice, but the community still did not get maximum improvement

Kata Kunci : industri, gula, Jombang, kehidupan masyarakat, buruh dan petani

  1. S2-2018-404392-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404392-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404392-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404392-title.pdf  
  5. S2-2019-404392-abstract.pdf  
  6. S2-2019-404392-bibliography.pdf  
  7. S2-2019-404392-tableofcontent.pdf  
  8. S2-2019-404392-title.pdf