Kajian Kriminologis Mengenai Perilaku Kolektif Dalam Melakukan Pembubaran Paksa Terhadap Kegiatan "Asik-Asik Aksi" Di LBH Jakarta
FIARUSKA RAYNALDO V, Niken Subekti Budi Utami, S.H., M.Si.
2018 | Skripsi | S1 HUKUMTujuan dilakukannya penelitian ini terbagi menjadi 2 (dua). Pertama, mengulas tentang faktor-faktor yang menyebabkan kekerasan kolektif dapat terjadi pada kegiatan Asik-Asik Aksi di LBH Jakarta. Kedua, mengulas tentang upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum terhadap fenomena kekerasan kolektif, dalam hal ini yang terjadi terhadap kegiatan Asik-Asik Aksi di LBH Jakarta. Metode penelitian dalam penulisan hukum ini berupa penelitian normatif-empiris dengan data yang terdiri dari data primer berupa wawancara dan data sekunder berupa studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Lokasi penelitian ini dilakukan di beberapa tempat, yaitu Kantor LBH Jakarta, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polda Metro Jaya. Pengambilan data dilakukan dengan teknik non-probability sampling kemudian data dari penelitian dianalisis menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan hasil dari rumusan masalah yang diajukan. Pertama, kekerasan kolektif dapat terjadi terhadap kegiatan Asik-Asik Aksi yang diadakan di LBH Jakarta karena adanya trauma nasional terhadap ideologi komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI), yang kemudian menimbulkan solidaritas mekanis pada beberapa golongan yang tidak menginginkan partai tersebut hidup kembali. Kedua, upaya penanggulangan yang dilakukan Aparat Penegak Hukum dalam menanggulangi terjadinya kekerasan kolektif terhadap kegiatan Asik-Asik Aksi di LBH Jakarta, yaitu upaya preventif, dan upaya represif. Upaya preventif dilakukan dengan cara memecah konsentrasi massa menggunakan perlengkapan maupun kendaraan taktis pengurai massa, sedangkan upaya represif dilakukan dengan cara melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku kekerasan kolektif.
There are two purposes of this legal writing. First, to analyze the main factor that causing the collective violence that happen in Asik-Asik Aksi event in Jakarta Legal Aid. Second, to analyze the efforts of the Law Enforcement Officer to handle the collective violence phenomenon, which in this case is on the Asik-Asik Aksi event in Jakarta Legal Aid. The research methodology in this legal writing consist of the normative-empirical legal research, which contains primary and secondary data. The primary data consist of interview while the secondary data consist of literature study towards primary, secondary, and third of law materials. The research was conducted in several places, namely Jakarta Legal Aid Office, Polres Metro Jakarta Pusat, and Polda Metro Jaya.The sample of data collected by using non-probability sampling technique and the collected data was analyzed using qualitative data. Based on this research,thescientific result from the formulation of the problem posed is obtained.First, collective violence happen on Asik-Asik Aksi event held by Jakarta Legal Aid because there is a national trauma on communism and Indonesian Communist Party (PKI), which then cause the mechanical solidarity on several groups that did not want the party to be revived. Second, the effort Law Enforcement Officer on handling the collective violence happen on Asik-Asik Aksi event held by Jakarta Legal Aid divided into two, namely the preventive effort and the repressive effort. The preventive effort is conducted by deploying the Police Personnel to unravel the concentration of the mass in the areas by using the tactical vehicles, and the repressive effort conducted by capturing the collective violence perpetrators.
Kata Kunci : Kriminologi, Perilaku Kolektif, Kekerasan