PENGARUH KEPEMILIKAN TERNAK, LUAS LAHAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI POTONG DI DESA DONOHARJO NGAGLIK SLEMAN
Arinda Dwi Praptama , Dr. Tri Anggraeni Kusumastuti SP. MP
2011 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial pada investasi kemitraan sapi potong KJUB PUSPETASARI Ceper Klaten sebagai perusahaan inti dan mengetahui pendapatan plasma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode survei menggunakan alat kuesioner data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diambil dengan wawancara langsung kepada responden yaitu peternak plasma dan inti. Data sekunder diambil dari perusahaan inti dan dari dinas yang terkait dengan penelitian ini. Sejumlah 39 peternak responden diambil dari 5 kelompok plasma yang ditetapkan secara purposive sampling. Analisis kelayakan finansial pada inti menggunakan kriteria BCR, NPV dan IRR sedangkan pada plasma menggunakan Net Farm Income. Analisis kelayakan finansial pada inti menggunakan kriteria BCR, NPV, IRR dan pada plasma menggunakan Net Farm Income. Berdasar hasil analisis evaluasi kelayakan finansial usaha kemitraan sapi potong yang dilaksanakan oleh KJUB Puspetasari sebagai inti, usaha ini tidak layak dijalankan karena nilai BCR lebih kecil dari satu, NPV yang dihasilkan negatif dan IRR tidak dapat diperhitungkan. Berdasar perhitungan net farm income didapatkan nilai net benefit dan benefit-cost ratio berturut-turut adalah (Rp. - 333.122) dan 0.79, sehingga usaha plasma secara finansial tidak layak untuk diusahakan karena keuntungan bersihnya bernilai negatif. Program kemitraan sapi potong KJUB Puspetasari dapat meningkatkan produksi sapi potong tetapi secara financial belum memenuhi sasaran untuk meningkatkan produktifitas dan peningkatan pendapatan peternak. Kata kunci : Kemitraan. Kelayakan finansial. Sapi potong.
This research aims to know the financial appropriateness of beef cattle cooperation investment in KJUB PUSPETASARI Ceper Klaten as a main company and to know the plasma revenue. The method used in this research is survey method using questionnaires, the data consists of primary and secondary data. The primary data is taken by interview directly to the respondents they are farmers of plasma and main company. The secondary data is taken from the main company and institution related to this research. 39 farmers from 5 plasma groups are taken as the respondents in this research using purposive sampling. Financial appropriateness analysis on the main company uses BCR (Benefit Cost Ratio), NPV (Net Present Value) and IRR (Internal Rate of Return) criteria, while in the plasma uses Net Farm Income. Based on the result analysis of the financial appropriateness of beef cattle cooperation investment in KJUB PUSPETASARI Ceper Klaten as the main company, this business is not appropriate to run because the value of BCR is smaller than one, NPV resulted is negative and IRR is unaccountable. Based on the accounting of Net Farm Income, it results the value of net benefit and benefit cost ratio in a row is (Rp. - 333.122) and 0.79, so that the business of beef cattle cooperation plasma is not appropriate to run because the net benefit value is negative. Beef cattle cooperation investment in KJUB PUSPETASARI finansially can increase beef catle production finansially but has not achieved the target to increase farmer income and productivity. Key words : Cooperation, Financial Appropriateness, Beef Cattle.
Kata Kunci : Kemitraan. Kelayakan finansial. Sapi potong