Laporkan Masalah

PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KAWASAN KORIDOR TN GUNUNG MERAPI DAN TN GUNUNG MERBABU

NOBEL FM PUTRA, Wahyu Wardhana

2009 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kecamatan Selo sebagai sebagai salah satu kawasan koridor dalam lingkup konservasi alam merupakan penghubung antara Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu. Kawasan ini memegang peranan penting untuk menjaga fungsi ekologis dari dua taman nasional itu dan mencegah terjadinya fragmentasi habitat. Seiring dengan laju pertambahan penduduk perubahan pada tutupan lahan di kawasan koridor ini tidak dapat dielakkan. Berdasar pada pemikiran tersebut perlu diketahui pola perubahan tutupan lahannya karena perubahan tersebut akan mempengaruhi fungsionalitas dari kawasan koridor terhadap taman nasional yang dihubungkannya. Tujuan penelitian dimaksudkan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan pada kecamatan Selo ini dengan citra landsat tahun akuisisi 1991 dan tahun 2006; serta melakukan analisis terhadap perubahan tutupan lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survey secara non teresterial dan dengan metode post klasifikasi untuk mengkaji perubahan tutupan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan memetakan kelas-kelas tutupan lahan pada dua periode waktu, 1991 dan 2006, untuk membandingkan perubahan tutupan lahan yang ada yang ada pada kawasan koridor ini. Hasil penelitian secara kumulatif menunjukkan perubahan luasan hutan dan luasan lahan terbuka dalam bentuk degradasi luasan yang signifikan pada 1991-2006, masing-masing sebesar 260 Ha dan 485 Ha. Tren pertambahan luasan terjadi untuk kelas ladang (126 Ha), semak belukar (348 Ha), dan kawasan permukiman (519 Ha).

As one of corridor area in nature conservation Subdistric Selo has an ecological function as a connecting area between Merapi mountain national park and Merbabu mountain national park. It’s obviously clear to see that Selo holding an important rules to guarantee the ecological function of both the two national parks as mentioned above and also prohibit from the possibility of habitat fragmentation formation. Because of the increasing of the human population in this area, land cover change cannot be resisted. It means we need to know how far the land change mightbe affected the balance of merapi mountain national park’s ecosystem as well as merbabu mountain national park. Based on the background, this research’ aims to calculate the amount of land cover change that occurred in research area; Selo. It will also analyze the reason(s) behind the changes and try to determine the immediate impact resulted. This research applied a non terrestrial survey method, the post classification method to analyze the land cover changes. The output on the maps of the land cover classes during 1991 and 2006 by using Landsat images data; to compare land cover changes in research area. In general, the forest cover changes and the empty area have shown the magnitude of land cover change which is for each land cover’s area was reduced about 260 ha and 485 ha. The research also found that there is an increasing change in cultivating area, estimated up to 126 ha, bushes raise about 348 ha and also does with the settlement areas around 519 ha.

Kata Kunci : tutupan lahan, kawasan koridor, post klasifikasi

  1. S1-2009-171273-abstract.pdf  
  2. S1-2009-171273-bibliography.pdf  
  3. S1-2009-171273-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2009-171273-title.pdf