ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BEBERAPA JENIS TANAMAN UNTUK ARAHAN REHABILITASI KAWASAN HUTAN LINDUNG KABUPATEN WONOSOBO
MEGAWATI SUGIYANTO, Senawi
2009 | Skripsi | S1 KEHUTANANTekanan penduduk dan peningkatan kebutuhan hidup memicu terjadinya perubahan fungsi kawasan hutan. Salah satu aspek penting dalam upaya rehabilitasi kawasan adalah kesesuaian lahan. Informasi kesesuaian lahan dapat digunakan sebagai masukan dalam perencanaan pengembangan wilayah serta acuan dalam usaha rehabilitasi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan jenis tanaman Pinus (Pinus merkusii), Akasia (Acacia auriculiformis), Sengon (Paraserianthes falcataria), Rasamala (Altingia excelsa), Mahoni (Swietenia macrophylla), Leda (Eucalyptus deglupta), Agathis lorantifolia dan Eucalyptus grandis. Penelitian dilakukan dengan cara matching, yaitu mencocokan antara persyaratan tumbuh jenis tanaman dengan kualitas dan karakteristik lahan. Persyaratan tumbuh mengacu pada Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat (1993). Sumber data karakteristik diperoleh dari data sekunder dan pengujian sampel tanah di laboratorium tanah. Data sekunder meliputi suhu, curah hujan, kelerengan dan jenis tanah. Data hasil uji laboratorium meliputi tekstur tanah, drainase, pH dan salinitas. Pengolahan dan analisis data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik biogeofisik kawasan hutan lindung Kab. Wonosobo dapat dipetakan menjadi lima belas satuan lahan dengan jenis tanah asosiasi Andosol Coklat dan Regosol Coklat dan jenis tanah Organosol Eutrof dengan kelerengan 0%–40% dan curah hujan sebesar 3920,9mm/tahun– 4082,526 m/tahun. Tingkat kesesuaian lahan untuk kedelapan jenis tanaman tidak ada yang masuk dalam kelas sesuai (S1). Kualitas lahan yang menjadi faktor pembatas pertumbuhan jenis tanaman adalah : ketersediaan air (w), kondisi perakaran (r), dan medan (s). Arahan rekomendasi dilakukan dengan cara pemilihan jenis tanaman yang paling sesuai untuk setiap satuan unit lahan dan didukung dengan usaha perbaikan untuk mengatasi faktor pembatas yang ada.
Population pressure and increased life need trigger the change of forest area function. An important aspect in area rehabilitation is land suitability. Information on land suitability can be used as input in planning area development as well as referrence in effort of area rehabilitation. Purpose of this research is to know land suitability of Pine (Pinus merkusii), Acacia (Acacia auriculiformis), Sengon (Paraserianthes falcataria), Rasamala (Altingia excelsa), Mahogany (Swietenia macrophylla), Leda (Eucalyptus deglupta), Agathis lorantifolia and Eucalyptus grandis. The research is conducted by matching method, that is, by matching growing requirement of plant species and land quality and characacteristic. Growing requirement refers to Centre For Soil and Agroclimate Research (1993). Characteristic data sources are obtained from secondary data and soil sample test at soil laboratory. Secondary data includes temperature, rainfall, slope, and soil type. Data of laboratory test result includes soil texture, drainage, pH, and salinity. Special data processing and analysis use Geographic Information System. Research results show that biogeophysic characteristic of conservative forest area at Wonosobo regency can be mapped into fifteen land units with association land type of brown Andosol and Brown Regosol and Eutroph Organosol with slope of 0-40% and rainfall of 3920,9mm/year-4082,526 mm/year. Neither of land suitability level for all eight plant species are included in suitable class (S1). Land quality being growing resisting factor of plant species are : water availability (w), root condition (r), terrain (s). Recommendation direction is conducted by selecting plant species that is most suitable for each land unit and supported by improvement effort to resolve the existing resisting factors.
Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Rehabilitasi, Hutan Lindung