Laporkan Masalah

Analisis Pragmatik Adjektiva Ii dalam Percakapan Bahasa Jepang

BAYU BAGUS MAHENDRA, Dr. Tatang Hariri, M.A

2019 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANG

Penelitian ini membahas mengenai makna pragmatik dari adjektiva ii yang terlihat dalam percakapan bahasa Jepang berikut reaksi petutur yang muncul terhadap penggunaan adjektiva ii oleh penutur. Adjektiva ii memiliki makna leksikal 'baik', 'bagus', 'indah' dan 'boleh'. Akan tetapi, pada percakapan bahasa Jepang secara nyata, makna adjektiva ii yang acap kali digunakan dapat berubah tergantung pada keadaan atau situasi tutur yang spesifik dan tujuan atau niat dari penutur. Selain itu, reaksi petutur terhadap penggunaan adjektiva ii yang terkandung dalam tuturan penutur juga beragam. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, penulis memilih adjektiva ii dalam sebuah tuturan sebagai objek penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 5 drama berseri dalam bahasa Jepang. Penulis menggunakan teori tindak tutur milik Searle yang termasuk teori dalam ranah kajian pragmatik. Teori tindak tutur yang dipaparkan Searle, secara umum menganggap tuturan dari penutur tidak hanya sebagai sebuah pernyataan namun juga sebagai sesuatu tindakan untuk melaksanakan sebuah perbuatan berdasarkan kemauan atau kepercayaan penutur, maka teori ini dirasa tepat untuk menelaah makna pragmatik dari adjektiva ii. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil analisis terhadap data yang diperoleh dari 5 drama berseri bahasa Jepang menunjukan bahwa, makna pragmatik adjektiva ii termasuk ke dalam empat dari lima kategori tindak tutur ilokusi yang dipaparkan oleh Searle. Yakni, asertif (menjelaskan, mengungkapkan pendapat, mengonfirmasi dan memprediksi), direktif (menyarankan, memerintah, berharap, melarang, memohon, mengizinkan and menasehati), komisitif (menjamin, menawarkan, menolak, berjanji, mewajibkan diri) and ekspresif (memuji, menghibur dan mengucapkan selamat). Sedangkan kategori ke-5 bernama deklaratif tidak ditemukan. Reaksi petutur terhadap penggunaan adjektiva ii yang ditemukan adalah reaksi yang sesuai dengan harapan penutur dan reaksi yang tidak sesuai dengan harap penutur. Selain itu, pada reaksi yang sesuai harapan penutur ditemukan sifat looseness yang terkandung pada adjektiva ii di dalam tindak tutur yang bermakna menghibur.

This thesis discusses the pragmatic meaning of the adjective ii seen from Japanese conversation and the reaction of the interlocutor to the use of ii by the speaker. The adjective ii has a lexical meaning such as "good", "precious", "beautiful", "comfortable", "effective". However, in practical Japanese conversation, the meaning of adjective ii that is frequently used can be transformed according to the specific scene and situation of utterance and the purpose and intention of the speaker. In addition, the interlocutor's response to the wording of adjective ii included in the speaker's utterance varies. Therefore author decided to select adjective ii included in the utterance as a object of research. First of all, the data was collected from 5 serial dramas in Japanese. In order to carry out the purpose of this thesis, author used Searle's "speech act theory". This theory treat speaker's utterance is not only as a statement, but it also as an �doing something by speaking� accordingly speaker's belief or intention. Thereby, it is considered appropriate for analyzing the pragmatic meanings of adjective ii. Descriptive analytical analysis was conducted in this paper. As a result of analyzing the data collected from the 5 serial dramas in Japanese, it is known that the pragmatic meaning of adjective ii is included into Searle�s four of five illocutionary speech act. The four illocutionary speech acts are assertive (explaining, asserting, confirming and predicting), directive (suggesting, ordering, hoping, forbidding, asking, allowing and advising), comissive (guaranteeing, offering, refusing, promising, obliging oneself) and expressive (praising, consoling and congratulating). The fifth iloccutionary speech act namely declarative could not be found. Through the reaction of the interlocutor who actually happens by the speaker utterance using adjective ii, there are reaction that correspond to the speaker�s expectation and reaction that do not correspond to the speaker�s expectation. Moreover, in the reaction that correspond, it found that there is �loseness� of adjective ii included in the illocutionary speech act meaning consoling.

Kata Kunci : adjektiva ii, tindak tutur, reaksi, looseness, pragmatik

  1. S1-2019-365251-abstract.pdf  
  2. S1-2019-365251-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-365251-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-365251-title.pdf