PERAN WANITA DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DI DUSUN KARANGJATI, DESA KARANGREJO, KECAMATAN LOANO,KABUPATEN PURWOREJO, PROPINSI JAWA TENGAH
LINDA WIGE NINGRUM, Wahyu Tri Widayanti
2010 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan rakyat adalah hutan yang tumbuh di atas lahan milik rakyat, dan dikelola oleh rakyat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengetahuan tradisional yang diikuti dengan kemauan dan kerelaan masyarakat lokal untuk mengelola hutan milik menciptakan kearifan lokal, yang terdapat peran masyarakat antara peran pria maupun wanita. Peran merupakan sesuatu yang dapat dimainkan oleh beberapa aktor baik pria maupun wanita yang dapat membangun pola bertingkah laku, bersikap, dan terdapat pula strategi bagaimana seharusnya mengusai berbagai macam situasi di dalam masyarakat. Berdasarkan hal itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran wanita, faktor-faktor yang mempengaruhi peran wanita, dan strategi untuk meningkatkan peran wanita dalam pengelolaan hutan rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data primer yang dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi baik dengan informan dan dengan key informants. Data sekunder diperoleh, dengan mengakses data dan informasi yang terdapat di kantor desa, dusun dan instansi yang terkait, dengan menggunakan teknik dokumenter. Masyarakat sebagai pengelola utama hutan rakyat yang terbagi menjadi satuan unit- unit kecil yaitu keluarga. Di dalam keluarga minimal terdiri dari sepasang suami istri yang diantara mereka terjalin suatu kerja sama untuk saling memenuhi kebutuhan, salah satu kerjasamanya yaitu dengan mengelola hutan rakyat. Dalam pengelolaan tersebut terdapat peran wanita. Peran wanita dalam pengelolaan hutan rakyat secara teknis adalah dalam tahap permudaan, pemeliharaan, pemanenan, pengolahan, dan pemasaran hasil hutan baik kayu maupun non kayu, yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan maupun pengendalian. Peran wanita secara non teknis yaitu ikut berdiskusi dengan suami dalam mengelola hutan dan ikut serta dalam kelembagaan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peran wanita tersebut ada dua macam, yaitu faktor internal (kesadaran, pengalaman, pendidikan, kesehatan, kebutuhan, dan keinginan) dan faktor eksternal (pimpinan, stakeholder, dan dukungan suami). Strategi untuk meningkatkan peran wanita dapat dikelompokkan melalui peningkatkan pengelolaan hutan rakyat, peningkatan SDM, peningkatan ekonomi keluarga, serta dalam kelembagaan hutan rakyat.
Community forest is a forest which grows on a land owned by people, and is managed by people to fulfill their needs. Traditional knowledge which is willingly maintained by locals to manage the forest has created local wisdom, which includes the roles of community, men as well as women. A role is something to be carried out by several actors which could develop a pattern of behavior and attitude, also a strategy on how to properly comprehend different situations in the community. Based on this concept, the aim of this research is to recognize the roles of women, the factors influencing women’s role, and the strategies to strengthen women’s roles in the management of community forest. The method used in this research is case study method. The data needed in this research include primary data, which is collected through interview and observation both with the informant as well as with the key informant, and secondary data, which is obtained by accessing data and information available at the village office and other related agencies, using the documentary technique. Community as the main organizer of community forest is divided into several smaller units, namely families. In every family, at least a husband and a wife are involved in a cooperation to fulfill each other’s needs, and among other things, the cooperation also include managing the community forest. The forest management involves the role of women. The role of women in managing the community forest technically takes place at the stages of seedling, cultivating, harvesting, processing, and marketing of forest crops, either wood or non-wood, which directly or indirectly has something to do with planning, organizing, executing, as well as controlling. A woman’s non technical role is by participating in discussions with the husband in managing the forest and getting involved in community associations. There are two factors which influence the role of women in managing community forests, namely internal factors (awareness, experience, education, health, need, and want), and external factors (leadership, stakeholder, and husband’s support). The strategy to improve the role of women can be grouped into improvement of community forest management, improvement of human resource, improvement of family economy, and improvement of community forest institution.
Kata Kunci : Peran wanita, Pengelolaan Hutan Rakyat dan Strategi Peningkatan Peran Wanita