Dinamika Pola Sebaran Diameter Tegakan Hutan Rakyat Kasus di Kecamatan Pringsurat dan Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung
ATHIQ AULIYA ROICHAH, Ronggo Sadono, Wahyu Tri Widayanti
2010 | Skripsi | S1 KEHUTANANInformasi mengenai struktur tegakan hutan rakyat berperan penting dalam pengaturan kelestarian hasil hutan. Struktur tegakan dapat dipelajari dari keragaman jenis, sebaran diameter, dan variasi umur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui variasi struktur tegakan melalui model sebaran diameter dan dinamika pola sebaran diameternya. Penelitian dilakukan di Hutan Rakyat Kecamatan Pringsurat dan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Petak ukur yang digunakan seluas 0,1 ha sebanyak 20 Petak Ukur Permanen (PUP). Data yang diperlukan meliputi jenis, tahun tanam dan diameter. Data diameter didekati dengan pola sebaran Weibull dan apabila tidak sesuai kemudian didekati dengan sebaran diameter lainnya seperti Beta, Eksponensial, atau Normal. Kemiripan pola sebaran diameter dikelompokkan dengan analisis klaster. Hasil penelitian menunjukan bahwa hutan rakyat mempunyai struktur tegakan polikultur tak seumur dan terdiri dari beberapa kelas diameter. 16 dari 20 PUP dapat didekati dengan pola sebaran Weibull dimana 14 PUP berasal dari tahun 2008 dan 2 PUP merupakan tambahan dari 2010. Satu PUP didekati dengan pola sebaran Beta yang pada tahun 2008 didekati dengan pola sebaran Weibull. Tiga PUP pada tahun 2008 dan 2010 tidak dapat diidentifikasi pola sebaran diameternya. Pola sebaran diameter dapat dikelompokkan menjadi 6 kelas yaitu 4 kelas diameter yang mengikuti pola sebaran Weibull, 1 kelas yang mengikuti pola sebaran Beta, dan 1 kelas tidak dapat diidentifikasi pola sebaran diameternya.
Information about stand structure of the community forest plays an important role in yield regulation. Stand structure can be determine from species diversity, stand diameter, and age variations. The research aims are to determine variations in stand structure through the diameter distribution and diameter distribution pattern. The research was conducted in community forest in Pringsurat and Kranggan Sub-district, Temanggung Regency. 20 permanent plots with 0.1 ha were observed to record data covering species, planting year and diameter. Diameter data were described primary by Weibull distribution and otherwise with Beta, Eksponential, or Normal. Diameter distribution pattern was grouped with cluster analysis. The results showed that forest stand structure of community forest was unevenage polyculture with several diameter classes. 16 out of 20 plots could be described by Weibull distribution in which 14 plots came from 2008 and 2 plots from 2010. Three plots were not be able to be identified both in 2010 and 2008. One plot was described by beta distribution from weibull distribution in 2008. Diameter distribution pattern was grouped into 6 classes: 4 classes of Weibull distribution patterns, 1 class of beta distributions, and 1 class from unidentified recpectively.
Kata Kunci : hutan rakyat, sebaran diameter, tegakan