Laporkan Masalah

EVALUASI JARINGAN JALAN HUTAN ( Studi Kasus di RPH Jumo, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara )

JUSTINUS BANGUN, Nunuk Supriyatno

2010 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pembukaan Wilayah Hutan (PWH) merupakan langkah pertama dalam pengelolaan hutan lestari yang mencakup seluruh aspek pengelolaan hutan mulai dari perencanaan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengawasan serta perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik jaringan jalan dan menghitung kerapatan jalan optimal berdasarkan produksi dan biaya ekstraksi getah pinus di RPH Jumo sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam perencanaan PWH selanjutnya di wilayah KPH Kedu Utara. Penelitian ini dilaksanakan di RPH Jumo, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara. Tegakan Pinus di RPH Jumo seluas 238,6 ha dengan potensi getah rata-rata sebesar 537,69 kg/ha/th dan realisasi produksi rata-rata 508,32 kg/ha/th. Karakteristik jaringan jalan hutan diperoleh dari analisa beberapa parameter, yaitu kerapatan jalan (RD), jarak antar jalan (RS), jarak sarad rata-rata teoritis (MSDt), jarak sarad rata-rata terpendek (MSDp), jarak sarad rata-rata lapangan (MSDr) dan persen pembukaan wilayah (E%). Penentuan kerapatan jalan optimal (ORD) dengan mempertimbangkan biaya pembuatan/pemeliharaan jalan (R), biaya pikul (C) dan potensi getah (q). Hasil penelitian pada peta jaringan jalan skala 1 : 10000 adalah sebagai berikut. RD = 27,59 m/ha; RS = 362,45 m; MSDt = 90,61 m; MSDp = 231,91 m; MSDr = 1755,89 m dan E% = 39,06 % dengan kriteria tidak menguntungkan. Kerapatan jalan optimal (ORD) yang dihitung berdasarkan potensi getah, biaya pikul serta biaya pembuatan/pemeliharaan jalan adalah sebesar 2,7 m/ha. Nilai RD yang diperoleh lebih besar daripada nilai ORD yang berarti sudah optimal bahkan terdapat kelebihan jalan, hanya saja jika dilihat dari nilai E% sebesar 39,06% (tidak menguntungkan) berarti hanya masalah persebaran (distribusi) jalan dan peletakan tempat pengumpulan getah (TPG) yang tidak merata sehingga tidak dapat membuka seluruh areal hutan dengan merata. Hal ini disebabkan pembangunan jalan tidak hanya ditujukan untuk kegiatan pengelolaan hutan saja tetapi juga untuk mengembangkan wilayah Kecamatan Jumo.

Forest opening is the first step in the sustained forest management which cover for all aspects of forest management include planning, planting, maintenance, harvesting, monitoring and protecting. The purposes of this research are to study the road network characteristic and to calculate optimal road density at pine forest based on production and pine gum extraction cost. This research was conducted at RPH Jumo, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara. Pine plantation at RPH Jumo was 238,6 ha with the target of pine gum is 537,69 kg/ha/yr and realization of production averages 508,32 kg/ha/yr. The characteristics of forest road network have been obtained from analysis of several parameter, such as road density (RD), road spacing (RS), theoritical mean skidding distance (MSDt), shortest mean skidding distance (MSDp), real mean skidding distance (MSDr) and percentage of opening up (E%). Then optimal road density (ORD) was defined using road construction/maintenance cost (R), skidding cost (C) and gum potential (q). Based on 1 : 10000 scale road network map, characteristic of RD = 27,59 m/ha; RS = 362,45 m; MSDt = 90,61 m; MSDp = 231,91 m; MSDr = 1755,89 m and E% = 39,06 % which this belongs to not favourable criteria. Optimum Road Density (ORD) is calculated based on potential of gum, skidding costs, also road construction/maintenance costs = 2,7 m/ha. RD value that bigger than ORD value, is considered optimum, there is even an abandance of roads if based on E% = 39,06% (not benefitable) meaning that there is only a problem in road distribution and exixtence of TPG resulting in un-even forest opening up. That because the road construction is directed not only for activity forest management and administration but also for the Jumo District development.

Kata Kunci : Pembukaan Wilayah Hutan (PWH), jaringan jalan hutan, karakteristik jaringan jalan, getah pinus, KPH Kedu Utara.

  1. S1-2010-190131-abstract.pdf  
  2. S1-2010-190131-bibliography.pdf  
  3. S1-2010-190131-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2010-190131-title.pdf