Laporkan Masalah

PEMANFAATAN DATA CITRA RESOLUSI TINGGI (QUICKBIRD) UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS PEMBANGUNAN HUTAN KOTA BERDASARKAN KEPADATAN KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA SURAKARTA

WAHID ADI WIBOWO, Wahyu Wardhana, Mukhlison

2010 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Teknik penginderaan jauh dapat memberikan suatu informasi yang cukup representatif dalam waktu yang relatif singkat, tenaga kerja yang tidak banyak, dan biaya yang relatif murah sehingga penyadapan data di lapangan dapat dilakukan seminimal mungkin. Informasi hasil penginderaan jauh dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk merencanakan pengembangan hutan kota. Hutan kota adalah hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. Keberadaan hutan kota memiliki fungsi yang sangat beragam guna mendukung ekosistem perkotaan antara lain untuk konsevasi tanah dan air, habitat satwa, pengendali pencemaran, produksi terbatas, peredam kebisingan, mengurangi bahaya hujan asam, dan penyerap karbon monoksida, sebagai fungsi estetika yang menambah keindahan kota. Tujuan penelitian ini adalah penentuan daerah prioritas pengembangan hutan kota berdasarkan kepadatan kendaraan di beberapa kelas jalan di Kota Surakarta. Informasi mengenai kepadatan kendaraan didapatkan dari Dinas Perhubungan Kota Surakarta. Pemilihan daerah yang akan dikembangkan menjadi hutan kota didapatkan dengan menginterpretasi citra Quickbird. Hasil interpretasi citra Quickbird didapatkan penutupan vegetasi berpotensi dikembangkan menjadi hutan kota seluas 118,29 ha (2,51% dari total wilayah Surakarta). Lahan yang potensial dibangun hutan kota seluas 360,77 ha (7,68% dari total wilayah Surakarta). Daerah arahan pengembangan hutan kota yang didapatkan sebesar 479,06 ha (10,19% dari total wilayah Kota Surakarta) meliputi, di jalan arteri primer 329,979 ha, jalan kolektor arteri 52,836 ha, jalan arteri sekunder 23,545 ha, dan jalan kolektor sekunder 72,713 ha.

Remote sensing able to gave representative information in short time, with less worker, and less price so it can minimize ground checking work. Information from remote sensing can be used to make plan to increase urban forest. Urban forest is a plot of land which is densely filled with trees in the urban areas. It can be a plot owned by the state or by an individual which is assigned to be a urban forest by the local authority. The existence of urban forests offers various functions to support the city ecosystem such as land and water conservation, animal habitat, pollution control, limited production, city-noise reduction, acidrain threat reduction, carbon monoxide absorber, and aesthetic spot to add the beauty of the city. The aims of this research is determination area development priority of urban forest based on transportation density in many classes of streets in Surakarta City. The information of transportation density got from Transportation Department of Surakarta City. Potential area for developing urban forest was got from interpreting Quickbird image. Result of Quickbird image interpretation shows that vegetation coverage ranges 118,29 hectares (2,51% from Surakarta city). Area potential for urban forest development was 360,77 hectares (7,68% from Surakarta city). Area recommended for urban forest development was 479,074 hectares (10,19% from Surakarta city), in major artery street 329,979 hectares, collector artery street 52,836 hectares, secondary artery street 23,545 hectares, and collector secondary street 72,713 hectares.

Kata Kunci : hutan kota, Quickbird, Kota Surakarta

  1. S1-2010-186412-abstract.pdf  
  2. S1-2010-186412-bibliography.pdf  
  3. S1-2010-186412-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2010-186412-title.pdf