Laporkan Masalah

EVALUASI INSTRUKSI 1974 SEBAGAI PIRANTI PENGATURAN HASIL DI PERUM PERHUTANI (Kasus di Kesatuan Pemangkuan Hutan Randublatung Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah)

YUNIA ERFINAWATI , Ris Hadi Purwanto, Djoko Soeprijadi,

2010 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Sistem perhitungan etat yang digunakan oleh Perum Perhutani pada kelas perusahaan jati saat ini adalah dengan metode Umur Tebang Rata-rata (UTR). Kondisi hutan tanaman jati yang didominasi oleh kelas umur (KU) muda penentuan etat dengan metode UTR memberikan penaksiran yang terlalu besar (over estimated). Dengan demikian akan menimbulkan kekosongan tebangan selama beberapa tahun berikutnya. Melihat kenyataan ini maka metode pengaturan hasil pada Instruksi 1974 perlu ditinjau kembali. Tujuan pada penelitian adalah mengkaji kelayakan Instruksi 1974 dalam pengaturan hasil hutan yang menjamin terwujudnya kelestarian hutan. Evaluasi yang dilakukan dengan menyusun permodelan dari tabel WvW dan membuat program simulasi untuk perhitungan Jangka Waktu Penebangan (JWP). Program simulasi tersebut disesuaikan dengan Instruksi 1974. Perhitungan JWP dimulai dari kelas hutan yang paling tua sampai kelas hutan yang paling muda. Hasil dari simulasi digunakan untuk menyusun tabel tandon dan hasil. Tabel ini digunakan untuk mengetahui kemampuan Instruksi 1974 pada tegakan dengan berbagai variasi KBD dan kemampuan Instruksi 1974 pada berbagai penyimpangan dinamika tegakan terhadap tabel tegakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Instruksi 1974 sudah tidak mampu mengatur kelestarian hasil hutan. Fungsi KBD dan vst sebagai standar normalitas tegakan kurang maksimal. Kecenderungan dilampauinya standar normal tersebut, akan membawa konsekuensi meragukannnya penetapan batasan klasifikasi kelas hutan yang berlaku. Hal ini mengakibatkan penyimpangan perencanaan luasan tegakan-tegakan yang bisa ditebang dan yang diregenerasi.

The system of annual yield calculation which is used at teak corporation class is the UTR method. For a forest which consists of young plants, determining annual yield using the UTR method will show an estimation which is bigger-than-actual, which in turn will cause a logging vacuum for the next several years. Considering this fact, we need to re-examine the yield regulation method contained in „Instruksi 1974?. The aim of this research is to examine Instruksi 1974?s feasibility in regulating forest yield and its ability in ensuring forest sustainability. Evaluation is carried out by constructing a model from a WvW table and creating a simulation program for JWP calculation. The simulation program is set in line with the Instruksi 1974. The JWP computation starts from the oldest forest class to the youngest. The result of the simulation is used to construct a ‘stock n yield’ table. This table is used to determine the Instruksi 1974?s suitability with teak stands from various KBD?s as well as its aplicability on various teak-stand dinamics deviation against teak-stand table. Instruksi 1974 is powerless to regulate forest yield sustainability. The function of KBD and vst as standards of teak-stand normality is not maximally reached. Its tendency to surpass normal standards will result in uncertainty of existing forest-class categorization. This will cause a deviation in the planning of which teak-stands are ready to harvest and which are to be regenerated.

Kata Kunci : evaluasi, Instruksi 1974, pengaturan hasil

  1. S1-2010-186398-abstract.pdf  
  2. S1-2010-186398-bibliography.pdf  
  3. S1-2010-186398-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2010-186398-title.pdf