Proses Penyelesaian Sengketa Dagang Biodiesel antara Indonesia dengan Uni Eropa: Perspektif Institusionalisme Neoliberal
Ristyanadya Laksmi Gupita, Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, M.P.P., M. Sc.
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSkripsi ini akan membahas mengenai proses penyelesaian sengketa dagang biodiesel antara Uni Eropa dengan Indonesia dengan menekankan fokusnya pada pada mekanisme WTO dalam menyelesaikan masalahnya dan eksistensi WTO sebagai rezim perdagangan internasional. Studi kasus yang akan diangkat dalam skripsi ini adalah sengketa dagang biodiesel antara Indonesia dengan Uni Eropa (DS-480) yang diajukan oleh Indonesia ke WTO pada tahun 2014 lalu sebagai keluhan terhadap penjatuhan tariff anti-dumping pada seluruh produk biodiesel Indonesia sebesar 18,9% tiap tonnya berdasarkan terhadap regulasi anti-dumping no. 1194/2013 yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Skripsi ini bertujuan untuk membuktikan apakah WTO dan mekanisme penyelesaian sengketanya melalui dispute settlement body menjadi faktor pendorong utama terselesaikannya kasus sengketa dagang biodiesel yang terjadi antara Uni Eropa dengan Indonesia ini. Dalam upaya untuk membuktikan hal tersebut, kasus ini akan dianalisis menggunakan perspektif neoliberal institusisonalisme yang menekankan pada peran institusi internasional dalam mempertahankan, mengembangkan, dan memperdalam kerjasama antar negara.
This research will discuss about the process of settling biodiesel dispute between European Union and Indonesia. This research will emphasize its discussion on the WTO’s mechanism on settling disputes and its existence as international trade regime. The case study that will be analyzed in this research is the biodiesel dispute settlement case that was brought by Indonesia to WTO (DS 480) on 2014 as a complaint to the EU authorities’ regulation no. 1194/2013 about the imposition of the anti-dumping duty to all Indonesian biodiesel products. This research aims to prove whether the WTO and its dispute settlement mechanism be the main factor this case was finished. In order to prove that, the case will be analyzed by the perspective of neoliberal institutionalism which emphasizing on international institution’s role on maintaining, deepening, and expanding cooperation.
Kata Kunci : WTO, dispute settlement mechanism, ekonomi politik internasional, perdagangan internasional, biodiesel, Indonesia, Uni Eropa, Neoliberal Institutionalism,