EFISIENSI PRODUKSI DAN DAYA SAING USAHATANI TEBU DI KABUPATEN PATI
DWI RETNO MULYANTI, Dr. Jamhari. S.P,. M.P
2019 | Tesis | MAGISTER EKONOMI PERTANIANPenelitian ini bertujuan untuk: (1) memperkirakan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani tebu; (2) menilai tingkat efisiensi produksi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan inefisiensi; (3) memperkirakan tingkat daya saing usahatani; (4) mengetahui dampak kebijakan pemerintah terhadap daya saing usahatani tebu; dan (5) menganalisis pengaruh efisiensi ekonomi terhadap daya saing kompetitif dan komparatif usahatani tebu di Kabupaten Pati. Fungsi produksi stokastik frontier digunakan untuk menganalisis tingkat efisiensi produksi, sedangkan analisis daya saing diukur menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan luas tanam, pupuk Phonska, dan ratoon cane (kepras) memiliki dampak yang signifikan dalam menurunkan produksi, sedangkan penambahan benih, tenaga kerja, dan budidaya di lahan tegal memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan produksi usahatani tebu. Pertanian tebu di Kabupaten Pati belum efisien secara teknis (0,734), ekonomi (0,927) dan alokatif (1,3). Faktor-faktor yang mengurangi inefisiensi adalah jumlah anggota keluarga, keanggotaan kelompok tani, kepemilikan lahan, keanggotaan koperasi, dan keikutsertaan dalam penyuluhan. Selanjutnya, usahatani tebu di Kabupaten Pati belum berdaya saing secara komparatif (DRC = 1,59 dan SP = Rp-Rp14.344.546,39), tetapi sudah berdaya saing secara kompetitif (PCR = 0,81 dan PP =. Rp6.800.115,35). Efisiensi Ekonomi dan daya saing komparatif memiliki nilai korelasi yang rendah (0,269). Kebijakan dapat dilakukan dengan menggunakan input dengan dosis sesuai rekomendasi, penyuluhan rutin tentang pentingnya keanggotaan koperasi, dan memberdayakan anggota keluarga sebagai tenaga kerja dalam usahatani tebu. Pemerintah harus memberikan subsidi input, menerapkan HPP, dan pembatasan impor untuk melindungi industri tebu di Kabupaten Pati.
This study aimed to : (1) estimate the factors that influence sugarcane farming production; (2) asses the level of production efficiency and identifying factors that cause inefficiency; (3) estimate the competitiveness of sugarcane farming; (4) know the impact of government policies on competitiveness in sugarcane farming; and (5) analyze the effect of economic efficiency on the competitive and comparative competitiveness of sugarcane farming in Pati Regency. Stochastic frontier production function was used to analyzed the level of production efficiency, while the analysis of competitiveness was measured using Policy Analysis Matrix (PAM). The study result showed that the additions of cultivated land, Phonska fertilizer, and ratooned cane are having significant impact in decreasing production, while the addition of seed, hired labor, and cultivation on dry land have significant impact in improving sugar cane farming production. Sugarcane farming in Pati Regency has no technically efficient (0.734), economic efficient (0.927) and allocative efficient (1.3). Factors that reduce inefficiency are the number of family members, farmer group membership, land ownership, cooperatives membership, and extension partisipation. Furthermore, sugarcane farming in Pati Regency has no comparatively competitiveness (DRC=1.59 and SP=Rp-Rp14,344,546.39), but has competitive competitiveness (PCR =0.81 and PP=Rp6,800,115.35). The Economic Efficiency and comparative competitiveness has low level of correlation value (0.269). Policies can be carried out using recommended input, regular extension on the importance of cooperative membership, and empowering family members as laborers in sugar cane farming. The government should provide input subsidies, implement HPP, and import restrictions to protect sugar cane industry.
Kata Kunci : Daya Saing, Efisiensi Produksi, PAM, SPF