PENGUATAN KARAKTER BERBASIS JATI DIRI BANGSA PADA PELAJAR NAHDLATUL ULAMA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PRIBADI PEMUDA (Studi di Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah)
DWI OKTOFIANTO, Drs. Fathul Himam, M.Psi., M.A., Ph.D ; Prof. Dr. H. R. Soejadi, S.H.
2018 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALPenelitian ini mengkaji tentang penguatan karakter berbasis jati diri bangsa di PC IPNU Kabupaten Karanganyar untuk ketahanan pribadi pemuda. Penguatan karakter berbasis jati diri bangsa PC IPNU di Kabupaten Karanganyar berguna dalam melestarikan kepercayaan dan kesetiakawanan warga negara terhadap negara bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara penguatan karakter berbasis jati diri bangsa PC IPNU di Kabupaten Karanganyar, dan untuk mengetahui dampak dari penguatan karakter berbasis jati bangsa PC IPNU di Kabupaten Karanganyar terhadap ketahanan pribadi anggota. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan wawancara mendalam, observasi serta analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah open coding dan axial coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter berbasis jati diri bangsa PC IPNU di Kabupaten Karanganyar untuk ketahanan pribadi pemuda dilakukan dengan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila pada kegiatan majelis ilmu dan khataman, Makesta (Masa Kesetiaan Anggota), dan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) PC IPNU di Kabupaten Karanganyar. Penguatan karakter PC IPNU di Kabupaten Karanganyar dimulai dari tahap ngerti (mengerti kebaikan), ngrasa (merasakan kebaikan), dan nglakoni (harus dilaksanakan). Implikasi dari penguatan karakter berbasis jati diri bangsa PC IPNU di Kabupaten Karanganyar untuk ketahanan pribadi anggota; Pertama, menjadi manusia yang percaya diri dengan berani berdakwah dan berpengang teguh pada prinsip bahwa Pancasila sesuai ajaran Islam. Kedua, warga negara yang aktif dalam tanggungjawab kemasyarakatan. Ketiga, menjadi warga negara yang hidup dalam kerukunan dan kebersamaan yang bentuknya aksi bakti sosial setiap ada bencana dan berperan serta menertibkan perayaan hari besar agama muslim dan non muslim di daerah lokasi tempat ibadah. Kempat, menjadi warga negara yang terbuka dengan dasar kekeluargaan. Keterbukaan diwujudkan dengan komunikatif dan peduli pada kelompok lain.
This research was studied the enforcement of IPNU PC national identity character in Karanganyar towards personal resiliences members. The enforcement of character based on IPNU PC national identity in Karanganyar is useful in preserving the trust and solidarity of citizens towards the nation state. The purpose of this research is to know how to enforce character of PC IPNU national identity in Karanganyar which had implication on personal resilience of member, and to know the impact of strengthening of IPNU PC national identity character in Karanganyar towards personal resilience’s members. The research method used was qualitative research with phenomenology approach. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques used by obtain and compile research data were by interview, observation and document analysis. Data analysis techniques used by researchers were open coding and axial coding. The results showed that the enforcement of IPNU PC identity character in Karanganyar toward personal resiliences members was done by internalizing Pancasila values in science and khataman assemblies, Makesta (Loyalty of Members), and IPNU PC National Post-Exam Guidance (BPUN) in Karanganyar. The strengthening of IPNU PC's identity character in Karanganyar toward personal endurance of members starts from the stage of understanding (understand the true), ngrasa (feel good), and nglakoni (must be implemented). The implications of the enforcement of IPNU PC national identity character in Karanganyar for personal resilience’s members; first, to be a confident human being with courageous da'wah and firmly adhered to the principle that Pancasila according to Islamic teaching. Second, citizens who were active in the responsibilities of society. Third, to be citizen living in harmony and togetherness those form of social action every disaster and participate in order to curb the celebration of Muslim and non-Muslim religious day in the area of worship place. Forth, being an open citizen on the basis of kinship. Openness is manifested by communicative and caring to other groups.
Kata Kunci : Karakter Pemuda, Jati Diri Bangsa, Ketahanan Pribadi