Laporkan Masalah

ANALISIS COPING STRATEGIES KELUARGA PENYINTAS DENGAN ANGGOTA DISABILITAS MENTAL SAAT BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010

ELVA YUNITA, Dr. Rahmat Hidayat, M.Sc; Dewi Haryani Susilastuti, Ph.D

2018 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN BENCANA

Penyandang disabilitas saat ini menjadi subyek bukan lagi menjadi obyek Pengurangan Risiko Bencana. Perbedaan yang dimiliki difabel membuat merekalah yang paling memahami kebutuhan saat darurat bencana terjadi. Namun tidak demikian dengan disabilitas mental, keunikan perilaku dan kebutuhan mereka hanya dapat dimengerti oleh anggota keluarga. Penelitian kualitatif yang berlokasi di Kawasan Rawan Bencana (KRB) gunung Merapi ini melihat pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anggota keluarga dengan disabilitas mental dalam menghadapi darurat erupsi Merapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, pembahasan menggunakan teknik triangulasi sumber, waktu dan teknik. Setiap keluarga dengan anggota disabilitas mental memiliki strategi koping saat darurat erupsi gunung Merapi. Strategi koping dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu (1) Hambatan yang terdiri dari hambatan internal dan eksternal; (2) Daya Dukung yang terdiri dari daya dukung formal dan informal dan (3) Tipe strategi koping yang terdiri dari koping berorientasi masalah, koping berorientasi emosi dan koping orientasi sumber daya. Selain itu, adanya keunikan budaya dan sosial masyarakat Jawa juga mempengaruhi strategi koping yang dimiliki keluarga dengan anggota disabilitas mental. Strategi koping yang dimiliki keluarga dengan anggota disabilitas mental di kawasan Merapi menunjukkan perilaku yang positif pada aspek spiritual, sosial, penyelesaian terhadap masalah dan ketaatan pada informasi. Namun memiliki perilaku koping yang belum cukup memenuhi kebutuhan difabel mental dalam aspek kurangnya pengetahuan tentang difabel mental, status ekonomi menengah kebawah, tidak adanya asuransi dan kurangnya kesiapan untuk bekal obat-obatan dan makanan darurat. Kata Kunci: Keluarga, Disabilitas Mental, Strategi Koping, Erupsi Merapi

Person with disabilities in disaster risk reduction now day has been a subject not only as an object. The differences make them the best to know what they really need in emergency situation. But, this is not for the person with mental disability, their uniqueness and need only knew by their family. This qualitative research located in disaster prone area of mount Merapi occurs how important families function to accompany their mental disability member to cope with Merapi eruption in emergency situation. This research using descriptive qualitative approach, where the explanation made by doing sources, time and technical triangulation. Family with mental disabilities member has their own coping strategies to face Merapi eruption. Coping strategies build from some aspect (1) Internal and external burden; (2) formal and non-formal support and (3) Variety of coping strategy which consisting of problem oriented coping, emotion oriented coping and resources coping. Besides, the uniqueness of javaness social and culture influence the coping strategies of the family with mental disabilities member. Coping strategies of the family with mental disabilities member show the positif of some aspect that is spiritual, social, problem solving and information obedience. But, in another aspect of coping, it is not adequate for mental disabilities need in emergency, those aspect include less of mental disabilities knowledge, lower middle economic class, does not have insurance and less preparation of emergency medicine and food stocks. Keywords: Family, Mental Disabilities, Coping Strategies, Merapi Eruption

Kata Kunci : Family, Mental Disabilities, Coping Strategies, Merapi Eruption

  1. S2-2018-390492-abstract.pdf  
  2. S2-2018-390492-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-390492-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-390492-title.pdf