TERBENTUKNYA KEKUASAAN POLITIK KELUARGA MELALUI KONSOLIDASI ELIT : Studi kasus Keluarga Mus di Kepulauan Sula
FITRI APRILLIA F, Dr. Wawan Mas'udi, S.I.P, M.P.A
2018 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHANStudi ini menekankan pada bagaimana konsolidasi elit dilakukan untuk membentuk dan mempertahankan kekuasaannya bagi sebuah politik keluarga di Kabupaten Kepulauan Sula. Dengan kata lain, politik keluarga merupakan salah satu tujuan besar dan konsolidasi elit menjadi salah satu instrumen. Dari salah satu anggota keluarga yang maju dan berhasil dalam pilkada sebagai bupati, menciptakan elit lokal Kepulauan Sula yang baru sehingga sumber-sumber kekuasaan dapat dikelola untuk membentuk suatu politik keluarga yang dikenal dengan keluarga Mus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian bersifat deskriptif (analytic descirptive) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan merujuk pada data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan yang mempunyai kompetensi atau berkaitan dengan masalah yang diteliti, serta dokumentasi. Secara teoritis, keberadaan elit disini digambarkan Mosca, semakin besar suatu masyarakat politik, semakin kecil proporsi yang memerintah untuk diatur oleh, dan makin sulit bagi kelompok mayoritas untuk mengorganisir reaksi mereka terhadap kelompok minoritas tersebut. Hasil penelitian menemukan bahwa ada beberapa jalur yang digunakan keluarga Mus (terutama sang kakak Ahmad Hidayat Mus sebagai yang mengawali) untuk melanggengkan kuasa politik keluarga ini. Dua jalur utama sebagai sumber kekuasaan yakni melalui kooptasi kekuasaan di internal partai politik sebagai kendaraannya, sehingga peluang untuk menang sangat besar dikarenakan seluruh fokus partai hanya berpusat pada kemenangan anggota keluarga Mus, tepatnya kemenangan Ahmad Hidayat Mus ketika pencalonan pertama beliau sebagai Bupati pertama Kepulauan Sula. Hal ini berlanjut pada kontestasi-kontestasi selanjutnya yang melibatkan keluarga Mus. Sumber kekuasaan selanjutnya yaitu melalui jalur birokrasi. Yakni penguasaan-penguasaan sumber daya melalui kebijakan-kebijakan, penyerapan anggaran daerah, serta tekanan dan ancaman jabatan bagi para birokrat. Selain itu dugaan adanya jalur sumber kekuasaan lain yaitu melalui pemekaran Pulau Taliabu juga akan dijelaskan serta motif-motif apa yang melatarbelakangi adanya pemekaran yang juga perlu dikaji apakah layak untuk dimekarkan ataukah tidak. Selain itu penyebab-penyebab sumber kekuasaan dapat dikendalikan terdapat beberapa hal, diantaranya pengendalian kekuatan ekonomi masyarakat yang dipegan Ahmad Hidayat Mus serta pola patronase yang tercipta dari rangkaian-rangkaian usaha untuk melemahkan masyarakat. Atas dasar temuan tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa elit lokal di Kepulauan Sula melalui konsolidasi kekuatan dan kekuasaannya telah menciptakan satu fenomena politik yakni hadirnya politik keluarga di Kabupaten Kepulauan Sula. Melalui central actor nya, keluarga Mus menjadi salah satu elit lokal yang memiliki alur karir politik yang mapan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi keilmuan di bidang ilmu politik dan secara praktis memberikan pelajaran penting bagaimana elit lokal mendapatkan dan meraih kekuasaan politiknya.
This study emphasizes on how elite consolidation is done to shape and maintain its power for a family politics in Sula Islands Regency. In other words, family politics is one of the big goals and consolidation of the elite is one of the instruments. From one family member who developed and succeeded in the election as regent, created a new local elite of the Sula Islands so that the sources of power could be managed to form a family politics known as the Mus family. This research uses a descriptive research design (analytic descirptive) using a qualitative approach and refers to primary data and secondary data. In this study the data was obtained through field observations, in-depth interviews with informants who had competence or related to the problem under study, and documentation. Theoretically, the elite existence here is depicted by Mosca, the larger a political society, the smaller the proportion that governs to be governed by, and the more difficult it is for the majority to organize their reaction to the minority group. The results of the study found that there were several routes used by the Mus family (especially the older brother Ahmad Hidayat Mus as the initiator) to preserve the family's political power. The two main lines as sources of power are through the co-optation of internal political party power as a vehicle, so the opportunity to win is very large because the entire focus of the party only centers on the victory of the Mus family members, precisely the victory of Ahmad Hidayat Mus when his first nomination as the first Regent of the Sula Islands. This continues with the subsequent contestations involving the Mus family. The next source of power is through bureaucratic channels. That is the mastery of resources through policies, absorption of regional budgets, as well as pressure and 'threat' positions for bureaucrats. Besides that, the allegation of other sources of power, namely through the expansion of Taliabu Island, will also be explained and what motives are behind the expansion that also needs to be studied whether it is feasible to expand or not. In addition, the causes of sources of power can be controlled, there are a number of things, including the control of the economic power of the people, which is set by Ahmad Hidayat Mus and patronage patterns created by a series of efforts to 'weaken' the community. Based on the findings above, it can be concluded that the local elite in the Sula Islands through consolidation of their power and power have created a political phenomenon namely the presence of family politics in the Sula Islands Regency. Through its central actor, the Mus family is one of the local elites who have an established political career path. This research is expected to provide scientific contributions in the field of political science and practically provide important lessons on how local elites get and gain political power.
Kata Kunci : Elit Lokal, Politik Keluarga, Konsolidasi Elit / Local Elite, Family Politics, Elite Consolidation