KAJIAN PENGHIDUPAN (LIVELIHOOD) RUMAH TANGGA DI DESA JAGALAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL
NIRMA LILA ANGGANI, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A.; Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si.
2018 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKANDesa Jagalan secara administrasi merupakan wilayah pedesaan, namun dalam kenampakannya termasuk wilayah perkotaan karena berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta. Seiring meningkatnya aktivitas penduduk, maka permintaan atas lahan di kota juga semakin tinggi. Penduduk kota membutuhkan lahan untuk memenuhi segala aktivitasnya, sedangkan ruang di kota terbatas, maka solusi terbaik adalah dengan berpindah ke pinggiran kota. Meningkatnya jumlah penduduk yang juga akan meningkatkan kebutuhan primer tidak akan lepas dari pengaruh penghidupan, yang mana penghidupan ini merupakan aspek penting bagi penduduk untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dari segi ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui karakteristik penghidupan rumah tangga di Desa Jagalan, 2) mengetahui strategi penghidupan rumah tangga di Desa Jagalan dalam menghadapi persoalan livelihood. Metode yang dipakai adalah metode kuantitatif, ditunjang dengan data sekunder dari BPS dan monografi desa dan dianalisis secara deskriptif. Jumlah sampel terdiri atas 92 rumah tangga menggunakan kuesioner. Hasil yang didapat berupa pentagon aset, yang menggambarkan hubungan antara lima aset/ modal penghidupan (modal manusia, modal alam, modal finansial, modal fisik dan modal sosial) terhadap akses yang dimiliki. Pentagon aset rumah tangga di Desa Jagalan tergolong cukup ideal. Sedangkan strategi penghidupan yang dipakai paling tinggi di desa penelitian adalah strategi paling dasar yaitu strategi survival dan rumah tangga tidak hanya menggunakan satu strategi saja, melainkan menggunakan setidaknya dua strategi yang dilakukan dalam meningkatkan penghidupan rumah tangganya
Jagalan is rural area, administratively, but in its appearance, it is included in urban area because it is directly adjacent to the City of Yogyakarta. Along with the increment of people activities in city, the demand for the space is also higher. People need the space to meet all their activities, while space in city is limited, then the best solution is to move to the peri urban. The increasing number of the people will also increase the primary needs that cannot be separated from the influence of living, which is an important aspect of livelihood for the people in order to survive economically. The purpose of this study were 1) understanding the characteristics of household livelihood in the Jagalan, 2) understanding the livelihood strategies of household in the Jagalan in dealing with livelihood issues. The method used was quantitative method, supported by secondary data from BPS and monograph of village and data was analyzed descriptively. The total samples consisted of 92 households using questionnaire. The results obtained in the form of pentagon asset, which described the correlation between the five assets/livelihood capitals (human capital, natural capital, financial capital, physical capital and social capital) against the access which owned. Pentagon asset of household in Jagalan was quite ideal. While the highest livelihood strategies which employed in the study areas was the most basic strategy, that was survival strategy and household was not only using one strategy, but at least two strategies in improving the livelihood of the household
Kata Kunci : pinggiran kota, livelihood, pentagon aset, strategi penghidupan