PENGEMBANGAN NUKLIR KOREA UTARA PADA ERA KIM JONG UN DI TENGAH TEKANAN INTERNASIONAL
NOVRIEST U. W NAU, Dr. Siti Muti'ah Setiawati, M.A.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang melatarbelakangi pemerintah Korea Utara tetap mempertahankan kebijakan nuklir meskipun ditekan oleh komunitas internasional. Tulisan ini mendapati adanya kebijakan pemimpin Korea Utara di dalam negeri yang kemudian mampu mengendalikan gejolak di dalam negeri. Kim Jong Un mampu menancapkan pengaruhnya secara kuat ketika menjadi presiden dengan memusatkan kekuasaan pada Workers Party of Korea dan ideologi Byungjin yakni upaya kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan nuklir dan pembangunan ekonomi secara parallel. Selain itu terdapat pula keberadaan China selaku mitra dagang terbesar Korea Utara yang tetap mempertahankan relasi politik dan ekonomi diantara kedua negara sehingga menjadikan tekanan-tekanan maupun sanksi internasional tidak menghasilkan dampak maksimal terhadap Korea Utara.
The aim of this research is to analyze the underlying factors of North Korean government to maintain its nuclear policies despite being pressured by the international community. This paper finds that North Korean leaders were able to control the turmoil in the country. Kim Jong Un as a president was able to make a strong influence by concentrating his power on the Workers Party of Korea and Byungjin ideology, a policy aims to increase its people's welfare through nuclear and economic development in parallel ways. In addition, there is also China, -North Korea's biggest trading partner- that still maintains political and economic relations between the two countries, making international pressures and sanctions did not generate maximum impact on North Korea.
Kata Kunci : Korea Utara, Byungjin, Tekanan Internasional, China