Laporkan Masalah

Ekslusi Minoritas: Perjuangan Kelompok Aliran Keagamaan Minoritas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Yogyakarta

IMAM SUMANTRI MS, Dr. Abdul Gaffar Karim, MA.

2018 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Abstrak Penelitian ini akan fokus untuk mengeksplorasi perjuangan-perjuangan yang dilakukan kelompok minoritas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Yogyakarta dari berbagai proses ekslusi dan pembatasan hak-hak dasar sebagai minoritas. Perlakuan yang diskriminatif dan pembatasan hak-hak dasar kepada JAI merupakan bagian dari konsekuensi konflik relasi ekonomi antara kelompok agama dan Negara. Penelitian ini secara umum akan menjawab pertanyaan tentang bagaimana perjuangan kelompok aliran keagamaan minoritas Jemaat Ahmadiyah Indonesia dalam merebut inklusi sosial dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki. Teori yang digunakan sebagai kerangka dalam menjawab penelitian ini adalah Hillary Silver (1994) tentang ekslusi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif, sumber data berupa person dan paper. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif meliputi reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan pilihan-pilihan perjuangan yang dilakukan oleh JAI tidak cukup hanya pada fase penguatan integrasi sosial. Perlu langkah baru untuk merebut inklusi sosial dengan menggunakan pendekatan program sosial. Target program sosial adalah ruang sosial yang luput dari perhatian Negara. Hal ini meliputi kondisi masyarakat yang masih kesulitan dalam pemenuhan struktur kebutuhan dasar. Program sosial yang berjalan di Yogyakarta bergerak di sektor kesehatan berupa klinik kesehatan. Program ini telah memberikan penerimaan sosial yang lebih besar serta penguatan terhadap eksistensi JAI.

Abstract This research focuses on exploring the struggles by the Ahmadiyya community as minority groups in Yogyakarta from various processes of exclusion and limitation of basic rights as a minority. Discriminatory treatment and restrictions on basic rights to Ahmadiyya are part of the consequences of economic relations conflicts between religious and State groups. In general, this study will answer the question of how the struggle of the minority religious groups of the Ahmadiyya in seizing social inclusion by using their own resources. The theory used as a framework in answering this research is Hillary Silver (1994) about social exclusion. This study uses qualitative-descriptive methods, data sources in the form of person and paper. The data analysis technique used is inductive analysis including data reduction, data display, conclusion and verification. The results show that the struggle of JAI is not enough only in the phase of strengthening social integration. It needs new steps to obtain social inclusion by using a social program approach. The target of social programs is social space that escapes the attention of the State. This includes the condition of the people who are still having difficulties in fulfilling the basic needs structure. The social program that runs in Yogyakarta is engaged in the health sector in the form of health clinics. This program has provided greater social acceptance and strengthening of the existence of JAI.

Kata Kunci : Minoritas, Ekslusi Sosial, Ruang Sosial dan Penguatan Ekonomi

  1. S2-2018-388934-abstract.pdf  
  2. S2-2018-388934-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-388934-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-388934-title.pdf