Laporkan Masalah

STUDI KONTRASTIF PEMAKAIAN TINGKAT TUTUR PADA BAHASA JEPANG DAN BAHASA BALI

IDA AYU OKA KUNING PURNAMA DEWI, Drs. Mulyadi, M.A.

2018 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANG

Bahasa Jepang dan bahasa Bali merupakan bahasa yang sama-sama memiliki tingkat tutur, namun terdapat perbedaan dalam penggunaan tingkat tutur pada kedua bahasa ini, yaitu pada bahasa Jepang dapat digunakan ragam meninggikan maupun merendah pada saat membicarakan seseorang yang dihormati, sedangkan di dalam bahasa Bali tidak demikian. Maka dari itu, pada penelitian ini penulis akan meneliti lebih jauh penggunaan ragam-ragam meninggikan, merendah, serta sopan di dalam bahasa Jepang dan bahasa Bali. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama yaitu pengumpulan data melalui sumber-sumber tertulis, tahap kedua merupakan penganalisisan data, serta tahap ketiga adalah penyajian data. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah baik pada bahasa Jepang maupun bahasa Bali, penutur (O1) menggunakan kata-kata dengan ragam meninggikan untuk lawan tutur (O2) yang dihormati. Sedangkan saat membicarakan diri sendiri kepada O2 yang dihormati, O1 akan menggunakan ragam yang merendah. Lalu ketika berbicara dengan O2 yang belum akrab atau baru pertama kali ditemui, O1 akan menggunakan tingkat tutur ragam sopan. Selain terdapat persamaan, terdapat pula perbedaan pada penggunaan tingkat tutur kedua bahasa ini yang disebabkan oleh keberadaan sistem uchi dan soto di Jepang serta keberadaan sistem kasta pada di Bali. Pada bahasa Jepang saat O1 membicarakan anggota dari uchi (O3) kepada O2 yang merupakan orang luar (soto) maka O1 akan menggunakan tingkat tutur ragam merendah meskipun yang O3 adalah atasan dari O1. Selanjutnya, pada bahasa Bali, sistem kasta menyebabkan orang yang memiliki kasta lebih tinggi dapat menggunakan ragam bahasa yang meninggikan dirinya ketika berbicara dengan seseorang yang memiliki kasta lebih rendah.

Japanese and Balinese are both languages which are having level in politeness, but there are some differences between them in the ways of using the politeness. In Japanese the speaker can be humble or be in a high status when talking about someone but Balinese not. Therefore, this research will talk about the deeper various of levels politeness in Japanese and Balinese. This research has three stages. First stage is collecting written sources data. The second stage is analyzing the data. The third stage is presenting data. The results of the research are: the speaker using some high polite levels words to the listener that he/she respect. Meanwhile, when the speaker talking about him/herself to the respected person he/she will lowering his/her status with the level politeness language. Then, when the speaker talks with a stranger or someone for the first time the speaker will talk with polite language. There are some similarities and differences in the ways of using the politeness level of language because of the system uchi and soto in Japan and caste in Bali. In Japanese the speaker will talk in humble way or lowering his status when talking about his own family, boss or group even he/she is talking about his/her superiors. Then, in Balinese a person who has high status or high caste can talks in superior ways or elevating the speaker's status to the person who has lower status than the speaker.

Kata Kunci : Tingkat tutur, keigo, anggah-ungguhing basa Bali, uchi, soto, kasta

  1. S1-2019-365243-abstract.pdf  
  2. S1-2019-365243-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-365243-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-365243-title.pdf