Laporkan Masalah

ANALISIS TARIF RUMAH SAKIT STUDI PADA RUMAH SAKIT CAKRA HUSADA

ADITYA ARISUDHANA, Bapak Hardo Basuki, Dr., M.Soc.Sc., CSA., CA

2018 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tarif rawat inap dan rawat jalan dengan menggunakan metode ABC pada Rumah Sakit Cakra Husada, menganalisis cara mengurangi biaya pelayanan, serta mengidentifikasi strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan profitabilitas. Hal tersebut terjadi karena manajemen Rumah Sakit Cakra Husada belum mampu menyusun tarif kamar Rawat Inap ataupun rawat jalan berdasarkan konsumi sumberdaya. Manajemen juga mengalami kesulitan dalam melakukan reduksi biaya karena kurang lengkapnya data biaya. Penelitian ini menggunakan metode ABC dan business process analysis untuk menghitung dan menganalisis biaya. Informasi biaya yang tersebut dapat digunakan untuk penyusunan tarif, reduksi biaya serta menentukan strategi yang tepat dalam meningkatkan profitabilitas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif agar dapat memahami fenomena secara langsung dan mendalam. Proses dalam penelitian ini dimulai dari observasi awal untuk menemukan permasalahan yang ada, kemudian pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, hingga akhirnya data dianalisis untuk memperoleh simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif berdasarkan pehitungan metode ABC untuk kelas Deluxe sebanyak Rp 535.000, VIP sebanyak Rp 415.000, Kelas 1 sebanyak Rp 330.000, kelas 2 Rp 255.000, Kelas 3 sebanyak Rp 185.000, kelas ICU sebanyak Rp 430.000 dan tarif pendaftaran rawat jalan sebanyak Rp 23.000. Selanjutnya berdasarkan analisis aktivitas, semua aktivitas memiliki nilai tambah bagi pasien, baik real value added activities maupun business value added activities. Rumah Sakit Cakra Husada dalam memberikan pelayanan tidak memiliki aktivitas tak bernilai tambah sehingga tidak terdapat aktivitas yang dapat dieliminasi untuk mengurangi biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Namun masih terdapat langkah untuk meningkatkan profitabilitas untuk mengatasi masalah kapasitas mengganggur. Peningkatan profitabilitas dapat dilakukan dengan cara menambah jumlah dokter tetap dan mengubah sebagian kamar kelas deluxe menjadi kamar kelas 1. Proyeksi peningkatan laba yang diperoleh dari rawat jalan sebesar Rp 534.572.746 sebelum dikurangi biaya dokter tetap dan pada rawat inap sebesar Rp 404.773.320. Kata Kunci : Activity Based Costing, ABC, Business Process Analysis, BPA, Profitabilitas, Rumah Sakit.

This research aimed to analyze inpatient and outpatient hospital rates of Cakra Husada Hospital using the ABC method, to know how to reduce the costs of services, and to identify strategies to increase profitability. This research was conducted knowing that the management of Cakra Husada Hospital was not yet able to provide inpatient and outpatient hospital rates based on the resource consumption. The management also had difficulty in reducing costs due to its incomplete data of costs. This research applied the ABC method and business process analysis to calculate and to analyze costs. The cost information is then used to set rates, to reduce costs, and to decide the right strategy to improve profitability. To directly and deeply comprehend the phenomenon, a qualitative approach was used. An initial observation was carried out to identify problems to be analyzed. Data were collected through interviews, observations, documentations which were then analyzed to draw conclusions. The result showed that the rates from ABC costing in deluxe of Rp 535.000, VIP of Rp 415.000, Class 1 of Rp 330.000, kelas 2 Rp 255.000, Class 3 of Rp 185.000, ICU of Rp 430.000 and registration fee for outpatient/polyclinic of sebanyak Rp 23.000. Based on the activity analysis, all activities carry added values for patients, both real value- added activities and business value-added activities. In providing services, Cakra Husada Hospital does not have non-value-added activities. Thus, no activity can be eliminated to reduce costs without reducing the service quality. Nevertheless, there are still strategies to improve profitability to solve the problem of unemployment capacity. To improve profitability, the number of permanent doctors can be added and some deluxe rooms can be made into Class 1. The projection of increased profits received from the outpatient is Rp 534.572.746 before cost of permanent doctor and Rp 404.773.320 for the inpatient. Key words: activity-based costing, ABC, business process analysis, BPA, Profitability, hospital

Kata Kunci : Activity Based Costing, ABC, Business Process Analysis, BPA, Profitabilitas, Rumah Sakit.

  1. S2-2018-391589-abstract.pdf  
  2. S2-2018-391589-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-391589-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-391589-title.pdf