Evaluasi Penggunaan Barang Milik Daerah pada Program Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Peningkatan dan Pemerataan Mutu Pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2015-2017
ERIKA SANDYARINI, Syaiful Ali, MIS.,Ph.D., Ak, CA.
2018 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa efisien dan efektif penggunaan barang milik daerah berupa bantuan hibah dari pemerintah Jepang bagi kemajuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta, (2) mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor pendukung dalam penggunaan barang milik daerah, dan (3) mengetahui upaya yang telah dilakukan dan upaya yang akan dilakukan dalam penggunaan barang milik daerah bagi kemajuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teori stewardship. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diambil pada bulan April – Mei 2018 dan berjumlah 30 sekolah yang mendapat bantuan hibah dari pemerintah Jepang. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan barang milik daerah pada program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan (Program ICT-EQEP) di Daerah Istimewa Yogyakarta belum efisien dan belum efektif. Belum efisien karena peralatan ini memerlukan pemeliharaan yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Biaya yang besar ini menyebabkan peralatan semakin lama sarana dan prasarana semakin rusak. Belum efektif karena ada sekolah yang belum familier dengan software-nya, kurikulum yang belum sesuai dengan kompetensi dasar. Faktor penghambat penggunaan barang milik daerah adalah sebagian besar barang rusak dan hilang, software yang tidak familier penggunaannya, kurikulum yang belum sesuai, dan kurangnya monitoring dan evaluasi dari instansi terkait. Faktor pendukung adalah bantuan dari program ICT-EQEP membuat kegiatan belajar mengajar lebih menarik dan tidak monoton, kebijakan Kepala Sekolah untuk mengembangkan teknologi dan informasi serta menganggarkan pemeliharaan dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan adanya perhatian dari instansi terkait. Upaya yang telah dilakukan adalah melakukan pencatatan barang milik daerah tersebut, monitoring dan evaluasi, dan penggunaan dalam kegiatan pembelajaran. Upaya yang akan dilakukan adalah membangun komitmen pemangku kepentingan untuk menyediakan tenaga teknologi informasi dan komunikasi yang kompeten, dan adanya kebijakan khusus untuk anggaran pemeliharaan. Berdasarkan teori stewardship pemerintah daerah sudah bertindak sebagai steward atau pelayan. Wujud pemberian pelayanan adalah memberikan bantuan peralatan TIK kepada 500 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Walaupun pemerintah daerah sudah melaksanakan tugasnya sebagai steward dan sudah ada hubungan timbal balik antara pemerintah daerah dan masyarakat tetap saja terjadi barang semakin lama banyak yang rusak. Dengan demikian masih diperlukan hubungan saling percaya antara pimpinan dengan anak buah dalam peningkatan kinerja organisasi (Griesert 2012) dan adanya profesionalisme pimpinan dalam pengelolaan organisasi (Keay 2017) khususnya pengelolaan barang milik daerah.
This study aims to (1) find out how efficient and effective the use of regional property in the form of grant assistance from the Japanese government for the advancement of education in the Special Region of Yogyakarta (2) to know the inhibiting factors and supporting factors in the use of regional property, and ( 3) knowing the efforts that have been made and the efforts that will be made in the use of regional ownership for the advancement of education in the Special Region of Yogyakarta. The method used in this study is descriptive qualitative with the theory of stewardship. Sampling using purposive sampling technique. Samples were taken in April - May 2018 and numbered 30 schools that received grant assistance from the Japanese government. Based on the results of research on the use of regional property in the utilization of information and communication technology programs for the improvement and distribution of quality education (ICT-EQEP Program) in the Special Region of Yogyakarta has not been efficient and has not been effective. Not yet efficient because this equipment requires maintenance which requires not a small amount of money. This large cost causes the equipment to be increasingly damaged. Not yet effective because there are schools that are not familiar with the software, curriculum that is not yet in accordance with basic competencies. The inhibiting factor for the use of property belonging to the region is that most of the items are damaged and lost, software that is unfamiliar to its use, curriculum that is not suitable, and lack of monitoring and evaluation from the relevant agencies. Supporting factors are assistance from the ICT-EQEP program to make teaching and learning activities more interesting and not monotonous, the policy of the Principal to develop technology and information and budget maintenance from the School Operational Assistance (BOS) budget, and the attention of the relevant agencies. Efforts that have been made are recording the area's property, monitoring and evaluation, and use in learning activities. The effort that will be made is to build the commitment of stakeholders to provide competent information and communication technology personnel, and the existence of specific policies for the maintenance budget. Based on the theory of stewardship, local governments have acted as stewards or servants. The form of service delivery is to provide ICT equipment assistance to 500 schools spread throughout the districts and cities of the Special Region of Yogyakarta. Even though the regional government has carried out its duties as a steward and there has been a reciprocal relationship between the local government and the community, there are still many things that are damaged. Thus there is still a need for a trusting relationship between leaders and subordinates in improving organizational performance (Griesert 2012) and the professionalism of leaders in the management of organizations (Keay 2017) in particular the management of regional property.
Kata Kunci : efisien, efektif, faktor penghambat, faktor pendukung, upaya yang telah dilakukan, upaya yang akan dilakukan, ICT EQEP, teori stewardship.