Laporkan Masalah

Analisis Hubungan Tingkat Kapabilitas Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP) dengan Kualitas Pengelolaan Keuangan

NUR FAJRI, Irwan Taufiq Ritonga, M.Bus., Ph.D., Ak., CA.

2018 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kapabilitas APIP dengan kualitas pengelolaan keuangan. Penelitian ini memperkenalkan metode untuk mengukur kualitas pengelolaan keuangan dengan menggunakan indikator-indikator yang bersumber dari LHP BPK atas LKPD. Indikator yang digunakan ialah opini BPK, jumlah temuan kelemahan SPI, jumlah temuan ketidakpatuhan, dan dampak finansial atas temuan ketidakpatuhan. Untuk menentukan hubungan tingkat kapabilitas APIP dengan kualitas pengelolaan keuangan, peneliti membandingkan dan menganalisis capaian kualitas pengelolaan keuangan dari 42 pemerintah daerah yang menjadi sampel penelitian. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang erat antara tingkat kapabilitas APIP dengan kualitas pengelolaan keuangan. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menjelaskan mengapa terdapat/tidak terdapat hubungan tingkat kapabilitas APIP dengan kualitas pengelolaan keuangan dengan melakukan wawancara terhadap partisipan dari Pemerintah Kabupaten Sleman yang menjadi salah satu sampel penelitian. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatnya hubungan yang erat antara tingkat kapabilitas APIP dan kualitas pengelolaan keuangan dapat disebabkan oleh peran SKPD yang lebih dominan dalam pencapaian pengelolaan keuangan yang berkualitas, peningkatan capaian kapabilitas APIP yang tidak diikuti dengan perubahan signifikan pada peran dan layanan APIP, dan adanya potensi kelemahan dalam proses penilaian kapabilitas APIP.

The purpose of this study is to analyze the relationship between the level of Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) capability and the quality of financial management. This study provides a method to measure the quality of financial management by using indicators sourced from the financial audit report (LHP) of Supreme Audit Institution (BPK) on the local government financial statements (LKPD). The indicators used were the opinion of BPK, the number of internal control weakness findings, the number of non-compliance findings, and the financial impact of the non-compliance findings. In order to determine the relationship between the level of APIP capability and the quality of financial management, the researcher compared the measurement results from 42 local governments which were the research samples. Based on the comparison, it can be concluded that there is no significant relationship between the level of APIP capability and the quality of financial management. In addition, this study also identifies factors that can explain the absence of a significant relationship between the level of APIP capability and the quality of financial management by conducting interviews with participants from the Sleman Regency Government. Based on the results of interviews and documents analysis, it can be concluded that the absence of a significant relationship between the level of APIP capability and financial management quality can be caused by the more dominant role of the local government agencies (SKPD) in achieving good quality of financial management, the improvement of the level of APIP capability which is not followed by the significant improvement on the roles and services of APIP, and the potential weakness in the assessment process of the APIP capability.

Kata Kunci : Kapabilitas APIP, Kualitas Pengelolaan Keuangan, Penelitian Kualitatif

  1. S2-2018-387047-abstract.pdf  
  2. S2-2018-387047-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-387047-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-387047-title.pdf