Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terpilihnya Rumah Tangga dalam Program Kemiskinan di Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Kabupaten Sragen

EHRNALL SUHARTONO, Eny Sulistyaningrum, M.A., Ph.D.

2018 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Kemiskinan bukan merupakan sebuah pilihan bagi seseorang dalam menjalani kehidupan. Pengentasan kemiskinan selalu menjadi pilihan pemerintah di negara manapun dalam mengatasi permasalahan sosial yang kerap muncul dalam masyarakatnya. Program-program penanggulangan kemiskinan diagendakan oleh pemerintahan pusat maupun daerah dengan porsi anggaran yang besar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peluang sebuah rumah tangga miskin untuk ikut serta ke dalam program kemiskinan daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kemiskinan yang dimiliki oleh Dinas Sosial Kabupaten Sragen, BPS Kabupaten Sragen dan TKPKD Kabupaten Sragen. Data rumah tangga miskin yang telah disurvei sejak tahun 2012 sampai dengan 2018 oleh UPTPK, diolah menggunakan analisis regresi Logit Model. Hasil estimasi menunjukan bahwa rumah tangga miskin yang semakin banyak memenuhi kriteria miskin, akan memiliki peluang yang semakin besar untuk memperoleh layanan program kemiskinan di Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sragen. Peluang rumah tangga miskin untuk mendapatkan program layanan kemiskinan secara rata-rata lebih besar 4,99% pada tingkat miskin level satu; 6,57% pada tingkat miskin level dua; 7,2% pada tingkat miskin level tiga dan 6,73% pada tingkat level empat, dibandingkan dengan tingkat miskin level nol ceteris paribus. Dengan kata lain, program penanggulangan kemiskinan pemerintah daerah dapat melengkapi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan pemerintah pusat serta dapat menjangkau rumah tangga miskin dengan tingkat kemiskinan yang semakin tinggi.

Poverty will not be choose by someone on their life. Poverty alleviation has always been the government's choice in any country in order to overcome social problems that often arise in their communities. Poverty reduction programs usually are scheduled by central and regional governments with a large portion of the budget. Aim of this study is to find out the opportunities of a poor household to participate in the regional poverty program organized by the Sragen Regency Government through the Integrated Poverty Reduction Service Unit (UPTPK). The data which used in this study are poverty data. Those data were collected and held by the Sragen Regency Social Service, BPS Sragen Regency also TKPKD Sragen Regency. The Logit Model regression analysis were used to process these poor househole data which surveyed from 2012 until 2018 by UPTPK.. The estimation results show that poorer households that more and more fulfill the criteria of poverty, will have an increased opportunity to obtain poverty program services by UPTPK. Opportunities for poor households to obtain poverty service programs are 4.99% higher at the level one; 6.57% at the level two; 7.2% at level three and 6.73% at level four of poor level on average, compared to level zero ceteris paribus. In other words, regional government’s poverty reduction programs can complement the implementation of the central government's poverty reduction programs and it can reach poor households with increasingly high poverty rates.

Kata Kunci : Kemiskinan, UPTPK, Subsidi, Logit Model

  1. S2-2018-417116-abstract.pdf  
  2. S2-2018-417116-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-417116-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-417116-title.pdf