Laporkan Masalah

POLITIK KONSERVASI GREAT BARRIER REEF AUSTRALIA: GERAKAN PERLAWANAN TERHADAP INDUSTRI BATUBARA DARI ERA TONY ABBOTT HINGGA MALCOLM TURNBULL

GITA ROSEMARETAFANDI R, Dr. Maharani Hapsari

2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Ancaman pengembangan industri batubara di Australia terhadap keselamatan Great Barrier Reef dan lingkungan menjadi konsentrasi serius bagi kelompok konservasi dan masyarakat Australia. Kepentingan kelompok konservasi untuk menyelamatkan masa depan Great Barrier Reef kemudian mendorong kelompok konservasi mempolitisasi isu lingkungan dan melakukan gerakan perlawanan guna menghambat dan menghentikan rencana pengembangan industri batubara di Australia.

Sebagai wilayah konservasi keanekaragaman hayati global yang merupakan habitat bagi banyak hewan dan tumbuhan yang dilindungi, kondisi dan keselamatan Great Barrier Reef perlu diperhatikan. Akan tetapi sayangnya sejak beberapa dekade terakhir, Great Barrier Reef telah mengalami ancaman berbagai faktor alam dan manusia, terutama karena fenomena coral bleaching yang merupakan dampak dari global warming. Ancaman terhadap Great Barrier Reef pun diperburuk dengan adanya rencana ekspansi pelabuhan batubara Abbot Point dan pembangunan Carmichael Coal Mine oleh perusahaan konglomerat multinasional India, Adani Group. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Reef 2050 Long-Term Sustainability Plan untuk misi penyelamatan Great Barrier Reef, namun masyarakat dan kelompok konservasi menganggap bahwa pemerintah tidak akan dapat melindungi Great Barrier Reef sekaligus mendukung pengembangan industri batubara. Masalah ekologi yang dapat ditimbulkan oleh proyek-proyek Adani Group ini kemudian mendorong kelompok konservasi melakukan gerakan sosial guna melawan proyek-proyek tersebut untuk memperjuangkan keselamatan lingkungan dan masa depan Great Barrier Reef. Dengan menggunakan teori ekologi politik, tulisan ini mempelajari bagaimana kelompok konservasi mempolitisasi isu lingkungan terkait rencana pengembangan industri batubara sehingga memunculkan isu ekologi. Kemudian dengan menggunakan teori gerakan sosial baru, tulisan ini mempelajari bagaimana isu ekologi yang berkembang dimanfaatkan oleh kelompok konservasi untuk melakukan gerakan perlawanan terhadap proyek-proyek Adani Group yang diwujudkan dalam bentuk kampanye dan aksi protes, tuntutan hukum, dan lobi institusi finansial global. Namun karena arah kebijakan pemerintah yang cenderung lebih menitikberatkan pada kepentingan ekonomi dan industri, gerakan perlawanan melalui lobi terhadap intitusi finansial global pun menjadi cara paling efektif untuk menghambat dan menghentikan pelaksanaan proyek-proyek Adani Group yang akan dijelaskan lebih detail dalam tulisan ini.

Kata Kunci : Great Barrier Reef, industri batubara, global warming, ekologi politik, gerakan sosial baru.

  1. S1-2018-312062-abstract.pdf  
  2. S1-2018-312062-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-312062-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-312062-title.pdf