MODEL ARUS INFORMASI UNTUK PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA HUTAN DI DESA WONOKERTO KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
NI MADE RIKA SUKMAPUTRI, Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs.; Dr. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANDesa Wonokerto memiliki peran penting sebagai penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan memiliki sumber daya alam yang melimpah salah satunya sumber daya hutan. Pengelolaan sumber daya hutan yang lestari perlu didukung dengan sistem informasi. Sistem informasi dibuat sesuai dengan kebutuhan pengguna informasi. Dalam pembuatan sistem informasi diperlukan model yang dapat mendeskripsikan kondisi aktual pengelolaan informasi sumber daya hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi siapa saja dan informasi apa saja yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya hutan, mengetahui masalah-masalah apa saja yang terkait dengan model arus informasi pada kondisi aktual dan Bagaimana model arus informasi yang ideal untuk pengelolaan sumber daya hutan di Desa Wonokerto. Metode yang digunakan adalah analisis terstruktur dengan data flow diagram. Data diperoleh dengan melakukan wawancara yang mendalam dan penelusuran pustaka. Hasil penelitian ini adalah terdapat 14 stakeholders yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya hutan di Desa Wonokerto. Masalah utama dari model arus informasi aktual adalah tidak adanya koordinasi mengenai data dan informasi antar stakeholder yang terlibat. Perancangan model arus informasi yang ideal mengunakan 3 sub model yang utama yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan kegitan pembangunan desa terkait sumber daya hutan. Formulasi implementasi yang dapat digunakan untuk model arus informasi sumber daya hutan untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan adalah membuat protokol pertukaran arus informasi untuk stakeholder yang mengalami ketidaklancaran arus informasi.
Wononkerto Village has important role as buffer area for Merapi Mountain National Park with natural resources in abundance especially forest natural resources. Sustainable forest resources management can be supported by information system. Information system can be modified as user needs. In order to design information system, it is needed to make a model that describes the current situation in term of forest information management. This research aims to identify stakeholders involved and informations needed by each stakeholder in managing forest resources, to know the problem in observed information flow model and to design an expected information flow model in managing forest resource in Wonokerto village. This study uses an analytical approach with structured analysis method. Data is obtained by conducting in-depth interviews and literature review. The results of this study is there are 14 stakeholders involved in managing forest resources in Wonokerto Village. The main problem of the observed information flow model is lack of coordination regarding data and information among stakeholders. The design of an expected information low model uses the 3 main sub-model components, they are planning, organizing, and actuating village development activities related to forest resources. Implementation formulas that can be used for information flow model for forest resources to support sustainable village development is creating exchange information protocols especially for those stakeholders with unable access through exchange information
Kata Kunci : DFD, Multi-Stakeholder, sumber daya hutan;DFD, forest resource management, Multi-stakeholders