STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR AMPENAN KOTA MATARAM TERHADAP BAHAYA ROB
LYSNA EKA AGUSTINA, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc ;Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP., P.D
2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAWilayah pesisir dan pulau-pulau kecil beserta ekosistemnya merupakan bagian wilayah yang mudah terkena dampak dari gangguan-gangguan lingkungan. Kerusakan pantai yang terjadi memiliki dampak kerusakan ekologis (Rijanta R, 2005). Rob adalah banjir yang terjadi di wilayah pesisir melalui proses naiknya pasang air laut, gelombang pasang, tinginnya aliran sungai, dan kenaikan air muka laut. Rob biasanya melanda daerah atau kawasan yang memiliki ketinggian permukaan yang lebih rendah dari pada ketinggian muka air laut (Marfai dan King dalam Hardoyo et al, 2011) Lokasi dari penelitian yaitu Lingkungan Melayu Bangsal, Bugis, Pondok Prasi dan Bintaro Jaya yang terletak di Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian induktif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur dengan purposive sampling dan menggunakan non participant observation, triangulasi serta dokumentasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimanakah strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat pesisir Pantai Ampenan terhadap bahaya rob. Temuan penelitian adalah adaptasi jangka pendek dan adaptasi jangka panjang. Adaptasi jangka pendek yaitu coping terbentuk dengan konsep Mindah Sampan dan Ngerombak Bale. Strategi adaptasi penghidupan terbentuk dengan konsep Laut Sebagai Pusat Kehidupan. Masyarakat menggantungkan perekonomian pada laut dan daratan sebagai alternatif mata pencaharian ketika rob. Hubungan antar konsep yang terbentuk adalah Transformasi Penghidupan Berbasis Nilai Laut dan Darat Masyarakat Pesisir Ampenan Kota Mataram. Cara pikir masyarakat berubah ke darat karena di darat tersedia lebih banyak pilihan pekerjaan yang memiliki gaji lebih besar dan juga memiliki status sosial yang lebih tinggi. Masyarakat pesisir Pantai Ampenan telah melakukan mobilitas sosial yaitu keluar dari aktivitas perekonomian yang bergantung dengan laut.
Coastal areas and small islands and their ecosystems are part of the area that easily affected by environmental interferences. Coastal damage that occurs has the effect of ecological damage (Rijanta R, 2005). Rob ( sea water flooding ) is the flooding that occurred in coastal areas through the process of rising tides, tidal waves, high river flow, and sea level rise. Rob usually hit areas or regions that have a lower surface height than sea level (Marfai dan King dalam Hardoyo et al, 2011). The locations of the research are Lingkungan Melayu Bangsal, Bugis, Pondok Prasi and Bintaro Jaya part of Ampenan District, Mataram City. The method is a qualitative inductive research method. The data collection techniques using unstructured interviews with purposive sampling and using non-participant observation, triangulation and documentation. The purpose of the research to find out how the adaptation strategies conducted by the coastal communities of Ampenan Coast against the danger of rob. The research findings are short-term adaptation and long-term adaptation. Short-term adaptation called coping, is formed with the concept of Mindah Sampan and Ngerombak Bale. Livelihood adaptation strategies are formed with the concept of the Sea as the Center of Life. The community depends on the sea and land economy as an alternative livelihood when rob. The relationship between the concepts formed is the Transformation of Marine and Land Value Based Livelihoods of the Ampenan Coastal Community in the City of Mataram. The way of thinking of the people changes to land because on land there are more choices of jobs that have a higher salary and also have a higher social status. The coastal communities of Ampenan Beach have carried out social mobility which is out of economic activities that depend on the sea.
Kata Kunci : pesisir, strategi adaptasi, rob