Laporkan Masalah

Evaluasi Program Kampung Sanitasi di Kota Surakarta Tahun 2013-2018

CHANDRIA LAKSMI S, Prof. Dr. Yeremias T. Keban, SU., MURP.

2018 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Akses sanitasi yang buruk merupakanmasalah umum yang dihadapai oleh lebih dari 850 juta orang di seluruh dunia, lebih dari 2,5 miliar orang mempunyai akses yang terbatas pada fasilitas sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Program Kampung Sanitasi sebagai upaya untuk mengatasi masalah sanitasi buruk yang terjadi di kota Surakarta. Berdasarkan laporan UNICEF, sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk serta air minum yang tidak aman berkontribusi pada 88 persen kematian balita dan anak di seluruh dunia akibat diare. Di Indonesia, diare adalah penyebab utama kematian anak. Riskesdas 2015 menunjukkan tingkat diare pada anak-anak dari rumah tangga yang menggunakan air sumur menjadi 34% lebih tinggi dibandingkan anak-anak dari rumah tangga yang menggunakan air PDAM dan 66% lebih tinggi pada anak-anak dari keluarga yang buang air besar sembarangan. Kondisi ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang perilaku kebersihan. Jadi, penting untuk menciptakan upaya peningkatan sanitasi secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode campuran dengan metode kualitatif sebagai metode utama. Kesimpulan, Program Kampung Sanitasi memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap perubahan perilaku pada masyarakat. Faktor lain dari perubahan perilaku pada masyarakat adalah pembangunan sungai. Tembok tinggi di sekitar sungai telah menutup akses masyarakat ke sungai. Menurut model transtheoritical, kondisi masyarakat tersebut sudah berada pada tahap action. Namun, action yang ditandai dengan perubahan perilaku masyarakat belum disertai dengan komitmen yang kuat. Jadi, masyarakat tersebut masih perlu diintervensi pada tahap contemplation.

The poor access to water supply is a prevalent issue over 850 million people worldwide with over 2.5 billion limited by access to sanitation facilities. This study aims to evaluate the impact of the Kampung Sanitation Program as an attempt to address the issue of bad sanitation that occurred in Surakarta city. About the UNICEF report, bad sanitation, bad hygienic behavior and bad drinking water quality have contributed for 88 percent death of children especially among under five years oldin the world because of diarrhea. In Indonesia, diarrhea is the main cause of child mortality. The Riskesdas 2015 shows the rate of diarrhea in children from households using sumur water to be 34% higher compared to children from households that use PDAM water and 66% higher in children from families who defecate carelessly. This conditions occured because of the lack of public awareness about hygiene behavior. So, it is important to create sanitation improvement effort on an ongoing base. This research was conducted using a mixed method with qualitative methods as the main method. As a result, Kampung Sanitation Program had a very important influence to behavior change on the community. Other factor of behavior change on the community is the river construction. High wall around the river has closed public access to the river. According to the transtheoritical model, that condition is actually done at the action stage. But the community actions have not been strong commitment. So, the community needs to be intervene at the contemplation stage.

Kata Kunci : Sanitasi, Perubahan Perilaku, Transtheoritical Model

  1. S2-2018-404146-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404146-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404146-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404148-title.pdf