Laporkan Masalah

STAKEHOLDERS' PERCEPTION OF GEOTHERMAL POWER PLANT DEVELOPMENT (Case of Guci Geothermal Working Area in Tegal Regency, Central Java, Indonesia)

WIDODO SETIA NUGRAHA, Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D

2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Dalam beberapa dekade terakhir, permintaan akan energi dan listrik di seluruh dunia meningkat pesat. Sumber energi fosil dengan keterbatasan sumber daya energinya masih merupakan sumber energi listrik utama. Dengan perkembangan permintaan energi listrik yang terus meningkat, bauran energi di Indonesia juga masih didominasi penggunaan energi fosil. Energi panas bumi, energi baru dan terbarukan yang melimpah di Indonesia, adalah salah satu solusi alternatif untuk menghasilkan listrik dan energi. Ada banyak penelitian tentang pemanfaatan energi panas bumi yang terutama membahas tentang aspek teknologi dan manajemen. Di sisi lain, hanya ada beberapa penelitian yang membahas tentang pandangan masyarakat terhadap pengembangan energi panas bumi terutama di negara berkembang. Penelitian ini menjelaskan persepsi pemangku kepetingan lokal yang membentuk penerimaan mereka terhadap pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya dan menganalisa dampak dari persepsi pemangku kepentingan lokal terhadap pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi melalui studi kasus di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Guci di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pendekatan metode campuran (mix methods) melalui kuesioner dan wawancara semi terstruktur digunakan pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa persepsi dari pemangku kepentingan lokal tidak positif tidak juga negatif dan berkaitan dengan konsep NIMBY (Not in My Backyard). Sedangkan kepercayaan pada otoritas, komunikasi, keyakinan konservatif, manfaat yang dirasakan, dan risiko yang dirasakan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pemangku kepentingan lokal. Oleh karena itu, untuk menjamin keberhasilan pengembangan energi panas bumi untuk mendukung pembangunan energi yang berkelanjutan diperlukan penyesuaian terhadap peraturan dan kebijakan yang diterapkan.

In recent decades, electricity demand has risen rapidly around the world. Fossil fuels are still the main source to generate electricity, but energy reserves are limited. With the rapidly increasing electricity demand, Indonesia's energy mix is also still dominated by fossil-based energy. The geothermal energy, an energy which is abundant in Indonesia, is one of the alternative solutions to generate electricity with its green energy and renewable resources. There are many types of research about geothermal energy development which especially discuss technology and management aspect. On the other hand, there are only a few studies about public views on geothermal energy development, especially in developing country. This research describes the perceptions of local stakeholders that shape the acceptance of the development of geothermal power plants, identify the factors that influence their perceptions and analyze the impact of local stakeholders' perceptions for the development of geothermal power plants through a case study in Guci Geothermal Working Area in Tegal Regency, Central Java, Indonesia. Therefore, to draw up this research, a mixed method approach was chosen to provide a better understanding of the research problems through questionnaires and semi-structured interviews. The result of this study shows the perceptions of local stakeholders of geothermal power plant neither positive nor negative and driven by the NIMBY concept. Furthermore, trust in authority, communication, conservative belief, perceived benefit, and perceived risk are the factors that influence the perceptions of local stakeholders. In addition, adjustment in regulation and policy is necessary to guarantee the success of the development of geothermal energy to support sustainable energy development.

Kata Kunci : Geothermal energy, Stakeholders' perception, NIMBY syndrome

  1. S2-2018-404458-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404458-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404458-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404458-title.pdf