THE EFFECTIVENESS OF COMMUNITY-BASED PROGRAM ON RESIDENTS SOLID WASTE MANAGEMENT BEHAVIOR. A CASE OF PRO-ENVIRONMENTAL MOVEMENTS IN SURABAYA URBAN SETTLEMENT
FARIEZ NURKHOLIQ A, Ir. Agam Marsoyo, M.Sc., Ph.D.
2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTASampah merupakan permasalahan global. Sebagai negara berkembang, Indonesia juga dihadapkan dengan berbagai masalah persampahan sehingga sempat ditetapkan dalam status darurat sampah. Berbagai pilihan dipilih untuk menangani permasalahan sampah. Pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan peran aktif masyarakat dipandang sebagai solusi. Pemerintah kota Surabaya menerapkan program berbasis masyarakat guna mendorong partisipasi aktif masyarakat yang tinggal di perkampungan perkotaan. Program tersebut diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat dalam mengolah sampahnya secara efektif. Kebijakan pengelolaan sampah di Surabaya di bingkai dalam gerakan berbasis masyarakat yang bernama: Surabaya Green and Clean, Merdeka dari Sampah, Kampung Bantaran Sungai, dan Bank Sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas program tersebut dengan melihat sejauh mana perilaku pengelolaan sampah oleh masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dari survey kuesioner pada komunitas masyarakat di empat lokasi. Informasi dari interview dengan ketua masyarakat dan instansi pemerintah digunakan untuk membantu analisa. Efektifitas terhadap perilaku pengolahan sampah diuji menggunakan metode before-after dengan analisa statistik Paired Sample t-test. Analisa regresi berganda digunakan untuk menganalisis faktor-faktor mana yang paling signifikan berpengaruh, baik dari faktor umum dan faktor faktor yang merupakan elemen kebijakan. Hasil penelitian ini menunjukkan program berbasis masyarakat efektif dalam meningkatkan perilaku pengelolaan sampah. Pengalihan sampah, melalui daur ulang material organik dan non-organik, adalah dimensi perilaku pengolahan sampah dengan perubahan yang besar. Aktivisme lingkungan, identitas sosial, sosialisasi tidak langsung, dan kepuasan warga terhadap sarana persampahan adalah faktor yang mempengaruhi perilaku warga dalam mengelola sampah. Kebijakan lebihlanjut diperlukan untuk mengembangkan fokus pengolaan sampah tidak hanya dalam hal daur ulang sampah organik dan non-organik, tetapi juga dalam aspek pengurangan sampah melalui penggunaan kembali (reuse). Kebijakan dapat lebih ditingkatkan dengan mengacu pada faktor-faktor yang berpengaruh tersebut.
Waste is one of global problems faced by many nations in the world caused by many factors such as population growth, urbanization, etc. Indonesia as a developing country is also faced with common waste issues that leads the nation into the state of waste emergency. Various options are chosen to tackle waste management issues. Integrated waste management that involves community engagement is seen as the solution. Surabaya municipality employed community-based programs to encourage active participation of the citizens living in urban settlement (Kampung). The program is expected to be effective in changing residents behavior in managing their waste. Waste management policy in Surabaya is wrapped as community-based movements: Surabaya Green and Clean, Free from Waste, Riverbank Kampung, and Waste Bank. The objectives of this research are to evaluate the effectiveness of community-based program in the aspect of waste management behavior, and to identify the significant driving factors influencing residents solid waste management behavior. This research used mainly quantitative data from survey questionnaire of households in four study locations. Information from interviews with community leaders and government officials were employed to support with the analysis. A before-after analysis through the Sample Paired t-test was employed to evaluate the effectiveness. Additionally, a multiple regression analysis was calculated to see which influencing factors are the most significant in terms of both general factors and policy elements. This research found that community-based program was effective to improve waste management behavior. Waste diversion, both organic and non-organic recycling, were the dimension of waste management behavior with most substantial change. Environmental activism, social identity, indirect information dissemination campaign, and satisfaction on waste management facilities were proven as factors influencing the behavior of residents in managing their waste. Further policy is necessary to expand the focus not only on recycling organic and non-organic waste but also on waste reduction through reusing. There is much space to improve the policy based on the influencing factors.
Kata Kunci : waste management, community-based, behavior